Header Ads

  • Breaking News

    Diduga ada Praktik Pungli pada PPDB SMA Negeri di Mataram



    Mataram - Penerimaan Peserta  Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota Mataram diwarnai praktek pungutan liar alias pungli.
    Terkait kasus ini Ombudsman perwakilan NTB bergerak cepat dengan mendatangi sekolah bersangkutan dan meminta uang pungutan dari para  wali siswa untuk dikembalikan,Senin (16/7)

    Dari pantauan Seputar NTB di lapangan di salah satu Sekolah Menengah Atas yang ada di kota Mataram praktek pungutan liar dilakukan sekolah ini dengan cara meminta sejumlah uang sumbangan kepada wali siswa

    “Kami dimintai uang yang besarannya tidak ditentukan oleh pihak sekolah dengan alasan untuk pembangunan kamar mandi dan toilet sekolah,” tutur wali siswa yang enggan disebut namanya.
    Terkait permintaan sumbangan untuk pembangunan  kamar mandi dan toilet sekolah kepada para wali siswa baru,pihak SMAN 8 Mataram belum bersedia memberikan keterangan kepada media,namun praktek pungli tersebut telah diendus pihak Ombudsman perwakilan NTB dengan mendatangi langsung pihak sekolah dan meminta uang hasil pungli dikembalikan kepada wali siswa baru

    Menurut keterangan komisioner Ombudsman perwakilan NTB pihaknya telah memberikan teguran keras kepada Kepala Sekolah dan Panitia PPDB SMAN 8 Mataram dan meminta uang pungutan tidak resmi tersebut untuk dikembalikan kepada wali siswa baru dan prosesnya disanggupi kepala panitia PPDB SMAN 8 mataram akan dilakukan pada Selasa hingga Rabu mendatang.

    Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 14 tahun 2018 tentang PPDB Sekolah dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada wali siswa dengan alasan apapun tindakan pungutan liar alias pungli dapat dikenakan ancaman pidana.

    Pewarta : Haka
    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad