Header Ads

  • Breaking News

    Gubernur NTB Bangga Dengan Kerukunan Beragama di Daerahnya

    Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi

    Mataram - Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, mengungkapkan kebanggaannya bahwa NTB selalu hidup rukun di tengah keragaman. Ia menegaskan kerukunan yang tercipta di NTB telah berlangsung lama.
    Menurut TGB, kerukunan ini lahir dari keberagaman yang merupakan sebuah kekayaan berharga bagi daerah, bahkan bangsa Indonesia. “Semua identitas, ketika hadir di ruang publik, maka dia akan saling memperkaya,” ujar Gubernur.

    Gubernur yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) ini mengambil contoh tradisi Perang Topat di NTB. TGB menjelaskan bahwa tradisi tersebut, meskipun identitas Islam yang yang menyelenggarakan, namun yang muncul adalah identitas budaya kita. Itu artinya, dalam membangun komunikasi antar umat beragama, terdapat pintu-pintu lain yang bisa digunakan selain pintu agama. “Kita memiliki identitas kebersamaan, yaitu sama-sama orang NTB,” ungkap TGB.
    Karena itu jelas TGB, memperbanyak dialog, perjumpaan merupakan langkah-langkah untuk membuka ruang tengah dalam berkomunikasi. Termasuk bagaimana mengarahkan hal-hal yang bersifat primordial ke ranah yang baik dan tidak berlebihan.

    Gubernur mengatakan hal tersebut, sebagai apresiasi atas terselenggaranya Dialog dan Silaturahmi Pemuka Agama se-NTB, di Pendopo Gubernur NTB,  belum lama ini. Kegiatan tersebut menghadirkan Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban, Prof. Din Syamsuddin, sejumlah tokoh lintas agama Islam Buddha, Hindu, Kristen, Konghucu, Kristen Protestan dan beberapa tokoh masyarakat.

    Kegiatan tersebut digelar untuk menguatkan kerukunan antar umat beragama di NTB, sebagai salah satu provinsi yang menjadi contoh dunia dalam hal keberagaman.

    TGB sendiri berharap dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, terutama dengan hadirnya tokoh-tokoh agama mampu menciptakan hal-hal positif dalam menciptakan kerukunan umat beragama dan menumbuhkan rasa persatuan yang menguatkan bangsa.

    Pewarta : Purwandi
    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad