Header Ads

  • Breaking News

    KAMMI Mataram Tolak Kenaikan Harga BBM


    Mataram - Kebijakan pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM melalui BUMN PT. Pertamina (Persero) mendapatkan sorotan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB.Dengan turun kejalan dan mendatangi kantor DPRD NTB, KAMMI Mataram menggelar aksi demo dan menyuarakan menolak kebijakan pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga  BBM (6/7)

    KAMMI Mataram pun memberikan penilaian prestasi pemerintahan Jokowi-JK hanya permainan harga BBM.
    Berdasarkan data sudah 12 kali pemerintahan Jokowi -JK menaikkan harga BBM sepanjang 4 tahun terakhir.
    Kenaikan yang terjadi terus berlangsung hingga sekarang yang terbaru tanggal 1 Juli 2018 harga Pertamax naik karena harga minyak dunia sejak beberapa waktu lalu sudah lebih dari USD 70 per barel,ada sebagian masyarakat yang mengkritiknya. “ Kenapa diam-diam, kenapa pemerintah tak berani mengumumkannya,” begitu kurang lebih protes mereka.

    Padahal kenaikan harga Pertamax pada 1 Juli itu merupakan keempat kalinya sejak 13 Januari, 20 Januari, dan 24 Februari 2018.
    Ketua Pengurus Daerah KAMMI Mataram Amiruddin membacakan pernyataan sikap organisasinya yaitu :
    1.Menolak dengan tegas kenaikan harga BBM khususnya jenis Pertamax oleh pemerintah melalui BUMN PT. Pertamina (Persero)
    2.Menuntut Pemerintahan Jokowi-JK untuk memenuhi janji nya pada saat kampanye untuk tidak menaikkan harga BBM
    3.Menuntut Pemerintah untuk mengambil alih blok migas yang dikuasai asing.

    Ilustrasi kenaikan harga BBM yang terjadi sepanjang 4 tahun terakhir oleh Pemerintahan Jokowi-JK.
    Keunikan mulai diberlakukan pada tanggal 18 November 2014, jenis premium naik dari 6.500,- menjadi 8.500,-/ liter , Solar naik dari 5.500,- jadi 7.500,-/ liter.
    Pemerintah kembali menaikkan harga, bahkan tidak tanggung tanggung selama bulan Maret 2015, sebanyak dua kali naik, pada tanggal 1 dan tanggal 28 Maret 2015.

    Pada tanggal 1 Maret 2015, BBM  premium yang sebelumnya 6.500,-/ liter naik menjadi 6.800,-/liter. Pada 28 Maret 2015 BBM kembali naik , jenis premium naik menjadi 7.400,- sementara jenis Solar naik dari 6.400,- menjadi 6.900,-/ per liter.
    Pada juli 2015 ternyata pemerintah kembali menaikkan harga BBM, namun kini kenaikan BBM dilakukan pada jenis non subsidi, Pertamax dan Dexlite, mulai dari 800,- hingga 1.000/ liter.

    Kenaikan yang terjadi terus berlangsung hingga sekarang yang terakhir tanggal 1 Juli 2018 harga Pertamax naik karena harga minyak dunia sejak beberapa waktu lalu sudah lebih dari USD 70 Per Barel, sebagian masyarakat mengkritik “ Kenapa diam-diam , kenapa pemerintah tak berani mengumumkannya, “ begitu protes mereka. Padahal kenaikan harga Pertamax pada 1 Juli itu merupakan yang ke empat kalinya sejak 13 Januari , dan 24 Februari 2018.

    Pewarta: Haka
    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad