Header Ads

  • Breaking News

    Kejaksaan Koordinasi Dengan Polres Lotim,Soal Kasus Dugaan SPPD Fiktif

    PMII Cabang Lotim menyerahkan laporan pengaduan ke Kejaksaan Negeri Selong,setelah sebelumnya ke Polres Lotim

    Lombok Timur - Pihak kejaksaan Negeri Selong akan melakukan koordinasi dengan pihak Polres Lombok Timur terkait dengan masalah penanganan kasus dugaan SPPD fiktif dan joki di DPRD Lotim. Setelah pihak Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lotim menyampaikan laporan pengaduan ke Polres Lotim dan Kejaksaan Negeri Selong.

    " Laporan masalah dugaan SPPD fiktif di DPRD Lotim telah diterima dari PMII, maka akan kami lakukan koordinasi dengan Polres Lotim masalah penanganan kasus tersebut," tegas Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Selong, Gede Putra Arimbawa.

    Dikatakannya adapun permasalahan tersebut pihaknya telah membuatkan telaah harian(Telhar).Begitu juga kejaksaan siap untuk mengawal kasus kasus tersebut.

    Dengan berharap kepada PMII bekerjasama dengan pihak kepolisian dan kejaksaan dalam pengumpulan data mengenai kasus tersebut. Sehingga apa yang diharapkan publik terhadap kasus ini bisa diproses sesuai dengan aturan yang ada.

    " Kerjasama semua pihak untuk bersama-sama mengawal kasus dugaan SPPD fiktif di DPRD Lotim sangat dibutuhkan sekali," ujar Gde Arimbawa.

    Ditempat terpisah Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Joko Tamtomo, S.ik saat dikonfirmasi membenarkan kalau pengurus  PMII Cabang Lotim telah datang ke kami untuk menyampaikan pengaduan dan laporan mengenai masalah dugaan SPPD fiktif dan joki di DPRD Lotim.

    " Kami sangat berterima kasih dengan adanya pihak yang menyampaikan pengaduan dan laporan masalah SPPD fiktif dan Joki sebagai tambahan untuk memproses kasusnya," tegasnya.

    Namun begitu, kata Mantan Kasat Reskrim Polres Lobar ini, sebelum dari PMII Lotim datang menyampaikan laporan terlebih dahulu pihaknya mendapatkan berbagai informasi mengenai masalah SPPD fiktif tersebut.

    Dengan berasal dari media massa yang telah mempublikasikan mengenai persoalan dugaan SPPD fiktif dan joki tersebut. Sehingga tentunya ini akan menjadi tambahan informasi,data terhadap persoalan tersebut.

    " Kasus dugaan SPPD fiktif ini masih dilakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan yang dibutuhkan sebelum dilakukan pemanggilan terhadap 18 anggota DPRD Lotim tersebut," tandas Joko Tamtomo, S.ik.‎

    Editor : Bayu‎

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad