Header Ads

  • Breaking News

    Menyalahgunakan Izin Tinggal,WN Taiwan divonis 15 Bulan Penjara

    Terdakwa penyalahgunaan izin tinggal asal Taiwan, Liu Chun Pao (kiri) berjalan menuju ruang tahanan Pengadilan Negeri Mataram, NTB, Rabu (4/7)

    Mataram - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, memvonis warga asal Taiwan, Liu Chun Pao, 15 bulan penjara karena terbukti telah menyalahgunakan izin tinggal selama berada di Indonesia.

    Ketua majelis hakim Sugeng Rianto dalam putusannya di Pengadilan Negeri Mataram, menyatakan Liu Chun Pao menyalahgunakan izin tinggalnya selama berada di Indonesia dengan berbisnis bijih besi di wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

    "Majelis hakim menyatakan terbukti bersalah karena terdakwa telah menyalahgunakan izin tinggal," kata Didiek Jatmiko, juru bicara Pengadilan Negeri Mataram, Rabu.

    Vonis hukuman tersebut diberikan sesuai dengan pelanggaran pidana dalam Pasal 119 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.

    Berdasarkan uraian putusannya, Liu Chun Pao masuk dan atau berada di wilayah Indonesia tanpa mengantongi visa atau dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku.

    Keberadaannya terungkap dan pada akhirnya ditangkap oleh pihak Imigrasi Mataram pada 29 Desember 2017. Ketika itu terdakwa sedang berada di kantor CV Padak Mas di Dusun Penimbung, Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

    Dari pemeriksaan, terdakwa tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasian kepada? petugas. Hal itu kemudian diperjelas dengan mengecek identitas terdakwa melalui Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM).

    Setelah dicek, nama terdakwa muncul pada data paspor yang masih berlaku sampai tahun 2019 dan terungkap bahwa terdakwa terakhir kalinya masuk ke Indonesia pada 8 Maret 2015 menggunakan "visa on arrival" (visa kunjungan saat kedatangan) Bandara Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

    Padahal dalam ketentuannya, "visa on arrival" berlaku untuk kunjungan liburan selama 30 hari dan hanya dapat diperpanjang paling lama 30 hari selanjutnya.

    Namun dari kedatangan terakhirnya, terdakwa tetap berada di wilayah Indonesia sampai dengan terdakwa diamankan oleh pihak imigrasi.

    Liu Chun Pao melalui penasihat hukumnya, Denny Nur Indra mengaku telah menerima putusan majelis hakim dan menyatakan tidak mengajukan banding.
    "Kami tidak mengajukan banding," Denny.

    Terkait dengan putusan ini, Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Ramdhani memberikan apresiasi terhadap putusan majelis hakim tersebut.
    Terdakwa, jelasnya, akan dideportasi ke negara asal setelah menjalani hukumannya di Lapas Mataram.
    "Setelah masa hukumannya selesai, baru kita pulangkan," kata Ramdhani.

    Pewarta : Putri Anggrek Nurjulyati
    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad