Header Ads

  • Breaking News

    Muncuat Soal Dugaan SPPD Fiktif,Dewan Lotim Mulai Ketar Ketir

    Sidang DPRD Lotim‎

    Lombok Timur - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur mulai Ketar Ketir. Dengan mencuatnya kasus dugaan SPPD fiktif dan Joki Sejumlah oknum anggota DPRD Lotim yang tidak mengikuti Diklat atau bimtek di Jakarta dari tanggal 13 s.d 16 Juli 2018.

    Hasil pantauan media ini di kantor DPRD Lotim terlihat pemandangan yang tidak biasanya. Dimana sebelum mencuatnya kasus dugaan SPPD fiktif dan Joki tersebut. Para anggota dewan selalu welcome untuk di wawancara terhadap berbagai persoalan.

    Namun sekarang ini justru sejumlah anggota DPRD Lotim yang tidak berangkat diklat atau bimtek ke Jakarta tersebut. Terkesan menghindar untuk bertemu wartawan,bahkan yang lebih parah lagi sejumlah oknum anggota dewan ada yang pura-pura masuk ke salah satu ruangan yang tidak pernah digunakan untuk berkegiatan.

    Hanya untuk menghindari pertanyaan wartawan terhadap masalah yang terjadi di DPRD Lotim.Termasuk juga cuek bebek,Bahkan tidak itu saja salah seorang oknum anggota DPRD Lotim yang juga Ketua salah satu partai saat baru keluar dari Lift lantai dua kantor DPRD Lotim bersama anggota dewan lainnya begitu melihat wartawan datang dengan berpura-pura masuk Life lagi.

    Dengan tidak melihat hampir menabrak Life tersebut, saking takutnya ketemu dengan media.Bahkan saking parahnya ada yang cepat pulang sebelum begitu kegiatan sidang paripurna DPRD Lotim selesai.

    " Kok begitu anggota dewan Lotim takut ketemu kita sekarang tidak seperti biasanya sampai-sampai pintu Life mau ditabrak," kata awak media.

    ‎Begitu juga Ketua Fraksi PDIP Lotim, Safrudin yang juga Sekretaris DPC Lotim, Safrudin salah satu oknum yang tidak berangkat diklat. Meski ditegur awak media,namun tak dihiraukan,melainkan justru berpura-pura berbicara dengan staf dewan Lotim sambil berlalu begitu saja.

    Wakil Ketua DPRD Lotim, H.Ridwan Bajry mengatakan seharusnya teman-teman anggota dewan tidak seperti menghindar dengan media. Melainkan tentunya harus dirangkul dan diajak komunikasi kalau ada persoalan yang harus diselesaikan.

    " Jangan menjauh dari media tapi harus diajak komunikasi yang baik kalau ada masalah," kata Ridwan Bajry.

    Ketua DPD PAN Lotim ini juga mengakui kalau dirinya tidak berangkat ikut diklat atau bimtek ke jakarta bersama dengan teman yang lainnya. Karena kondisinya kurang sehat dan sedang mengurus pencalegan.

    Namun begitu pihaknya terpaksa digantikan,karena tiketnya sudah terbeli ketimbang hangus. Bahkan kemungkinan begitu juga terhadap teman yang lainnya tidak,akan tapi tidak mengetahui berapa teman yang lain tidak berangkat.

    " Saya harus akui kalau saya tidak berangkat," tegas Ridwan seraya mengatakan dirinya siap untuk mengembalikan uang perjalanan dinas tersebut.

    Sementara saat ditanya mengenai masalah kasus dugaan SPPD fiktif dan Joki sudah dibidik aparat penegak hukum, Ridwan mengaku belum mengetahuinya mengenai masalah tersebut,karena belum ada laporan sampai ke dirinya.

    Hal yang sama dikatakan Sekwan DPRD Lotim, H.Kaharuddin membenarkan kalau ada sebanyak 18 orang anggota dewan yang tidak berangkat ke jakarta untuk diklat. Meski uang perjalanan dinasnya telah diambil,akan tapi yang bersangkutan siap untuk mengembalikan uang yang telah diambil anggota dewan tersebut.

    Dengan masing-masing anggota dewan mendapatkan uang perjalanan dinas sekitar Rp 11 juta. " Kalau tidak berangkat maka kami tidak menandatangani SPPD-nya," tegas Kaharudin.

    Saat ditanya apakah ada yang menggunakan Joki atau pengganti,Sekwan memilih diam dengan muka keringat dingin,sambil terbata-bata menjawab pertanyaan wartawan.

    Editor : Bayu‎

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad