Header Ads

  • Breaking News

    Parpol Protes KPU ‎Lotim

    Ketua DPD PKS Lotim, Ustaz Murnan bersama Tokoh Partai Gerindra Lotim, Sawaluddin.

    Lombok Timur - Sejumlah pengurus Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Lombok Timur melakukan protes terhadap kebijakan yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim.Terutama masalah rumah sakit yang direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi calon anggota Legislatif Kabupaten Lotim.

    " Kami pengurus parpol dan caleg memprotes masalah pemeriksaan kesehatan di RSU Provinsi,kenapa tidak di RSUD dr.R Soejone Selong saja," keluh Sawaluddin,Tokoh Politikus Partai Gerindra Lotim.

    Ia menegaskan dirinya bersama dengan pengurus parpol lainnya seperti Partai Demokrat, Partai Nasional Demokrat (Nasdem),Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat keberatan dengan penggunaan RSU Provinsi sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan bacaleg Lotim.

    Sementara pada sisi lainnya sebelumnya RSUD dr.R.Soejono Selong yang tidak kalah bagus fasilitasnya dengan RSU Provinsi. Dicabut izinnya oleh KPU untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tersebut.

    Karena pada tahun sebelumnya pemeriksaan kesehatan kesehatan bagi calon bupati dan wakil bupati maupun caleg Lotim dilakukan di RSUD Selong. Sehingga tentunya ini sangat merugikan kami.

    " Kami datang untuk melakukan pemeriksaan di RSUD Selong, tapi ditolak oleh pihak rumah sakit dengan mengatakan kalau ijin untuk RSUD Selong pemeriksaan kesehatan caleg sudah dicabut," tandasnya.

    Aweng menambahkan sementara pada kesepakatan bersama kalau pemeriksaan kesehatan bagi caleg untuk Lotim di RSUD Selong saja. Terkecuali kalau caleg untuk DPRD Prov NTB harus di RSU Prov tidak masalah karena itu ranahnya provinsi.

    Sementara pada sisi lainnya RSU Provinsi menutup pendaftaran sampai pukul 12.00 wita setiap harinya. Sedangkan jumlah kabupaten dan kota yang di layani oleh RSU Provinsi untuk pemeriksaan kesehatan sebanyak 5000 orang. Dengan waktu yang terbatas.

    " Ini yang tidak kami habis pikir sama KPU Lotim, kenapa harus RSUP bukan di RSUD Selong,sedangkan dalam aturan boleh di mana-mana yang penting rumah sakit pemerintah," tambahnya.

    Oleh karena itu,Sawaludin, akan membawa persoalan ini ke ombudsman,karena tentunya kebijakan yang dikeluarkan KPU Lotim dianggap sangat merugikan kami sebagai bacaleg yang melakukan pemeriksaan kesehatan.

    " Bagaimana nasib teman-teman yang berasal dari Sambelia dan Sembalun sangat jauh mengurus keterangan sehat ini,habis waktu ditengah jalan," tandasnya.

    Hal yang sama dikatakan Ketua DPD PKS Lotim, Ustaz Murnan mengaku sangat menyesalkan kebijakan yang dikeluarkan KPU Lotim. Dengan tidak mengijinkan RSUD Selong sebagai tempat pemeriksaan kesehatan bagi bacaleg seperti tahun sebelumnya.

    Melainkan justru harus ke RSUP di Mataram untuk melakukan pemeriksaan. Sedangkan pelayanan dan fasilitas di RSUD Selong justru paling baik pelayanan dan penunjangnya,apalagi di RSUP Mataram.

    " Apa gunanya RSUD Selong yang begitu bagus dan memenuhi standar untuk pemeriksaan kesehatan, tapi kok malah menggunakan RSUP dan ini tentu pasti ada apa-apanya," tegas Murnan penuh tanda tanya.

    Selain itu, lanjut Murnan, secara partai akan melayangkan surat protes ke KPU Lotim untuk tetap menggunakan RSUD Selong sebagai tempat dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi para kader kami yang akan maju menjadi caleg di Lotim.

    " Kalau nantinya terjadi apa-apa dengan masalah pemeriksaan di RSUP ini,maka kami akan minta pertanggungjawaban KPU Lotim," ancam Ketua Fraksi PKS DPRD Lotim.

    Sementara Ketua KPU Lotim, M.Saleh saat dikonfirmasi melalui via ponselnya tidak mengangkat handphonenya.

    Editor : Bayu‎

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad