Header Ads

  • Breaking News

    Polres Lotim Langsung Tancap Gas,Usut Soal Dugaan SPPD Fiktif dan Joki Dewan‎

    Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Joko Tamtomo,S.ik.


    Lombok Timur - Pihak kepolisian Resor Lombok Timur langsung Tancap gas. Begitu menerima laporan mengenai kasus dugaan SPPD fiktif sejumlah oknum anggota DPRD Lotim dalam kegiatan Diklat atau bintek di Jakarta dari tanggal 13 s.d 16 Juli 2018. Termasuk juga dugaan penggunaan joki atau pengganti oknum dewan yang tidak berangkat bimtek atau diklat tersebut.

    Demikian ditegaskan Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Joko Tamtomo, S.ik kepada media ini di ruang kerjanya." Kami telah terima laporan masalah dugaan SPPD fiktif Dewan untuk ditindaklanjuti," tegasnya.

    Ia menjelaskan pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Dengan tentunya mengumpulkan bukti-bukti dan data tambahan,karena pihaknya juga sudah mendapatkan data tersebut.

    Seperti halnya jumlah anggota dewan yang berangkat dan tidaknya mengikuti diklat atau bimtek ke Jakarta. Termasuk juga oknum anggota DPRD Lotim yang menggunakan joki atau pengganti,meski uang perjalanan dinas untuk bimtek atau diklat ke Jakarta sudah diambil anggota dewan tersebut.

    " Hari senin atau selasa mendatang oknum anggota dewan,sekwan,bendahara maupun yang diduga menjadi joki akan kami panggil untuk diminta keterangannya," ujar Mantan Kasat Reskrim Polres Lobar ini.

    Namun yang jelas, tambah Tamtomo,terhadap apa yang dilakukan sejumlah oknum dewan yang tidak berangkat diklat tersebut. Tapi mengambil uang tersebut sudah masuk dalam ranah pidana korupsi.

    Karena selama ada niat jahat untuk melakukan korupsi ‎sebagaimana dalam pasal 4 undang-undang Korupsi. Meski nantinya dari anggota dewan itu akan mengembalikan uang perjalanan dinasnya,tidak akan menghalangi kasusnya untuk diteruskan.

    Apalagi kasusnya ini sudah berkembang kemana dan publik sudah tahu,maka tentunya ini menjadi atensi kami untuk mengusut tuntas kasus SPPD fiktif sejumlah anggota DPRD Lotim.‎

    " Yang jelas sejumlah oknum dewan itu dinilai telah melakukan mensteriak melakukan niat jahat,dengan perbuatan korupsi tetap terjadi," tandas Joko Tamtomo.

    Sementara pada pemberitaan sebelumnya mencuat kasus dugaan penggunaan SPPD fiktif dan joki sejumlah oknum anggota DPRD Lotim. Karena tidak melaksanakan diklat atau bimtek di Jakarta,akan tapi sejumlah oknum anggota dewan mengambil uang perjalanan dinas dan menggunakan joki atau penggantinya.

    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad