Header Ads

  • Breaking News

    Soal SPPD Fiktif,PBB, PDIP Nunggu Proses Hukum, PKB No Comment

    Anggota DPRD Lotim sedang melakukan sidang paripurna

    Sejumlah Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Lombok Timur bakal memberikan sanksi kepada kadernya yang duduk di DPRD Lotim  tidak ikut mengikuti diklat di Jakarta dari tanggal 13 s.d 16 Juli 2018. Karena akibatnya mencuat isu dugaan SPPD fiktif dan joki yang saatnya kasusnya sedang proses hukum oleh pihak kepolisian.


    Seperti halnya Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan memberikan sanksi tegas terhadap kadernya. Apalagi proses hukumnya sudah jelas. Sedangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak berani memberikan komentar.

    " Kita tunggu proses hukum dulu baru akan mengambil sikap tegas terhadap kader tersebut," kata Ketua DPC PBB Lotim, H.Edwin Hadiwijaya di kantor KPU Lotim.

    Namun begitu, tegas Edwin, pihaknya sudah memberikan teguran kepada kadernya untuk tidak mengulangi perbuatan yang dianggap akan merugikan lembaga dewan maupun partai.

    Sehingga tentunya persoalan ini menjadi pembelajaran bagi kader yang lainnya,untuk tidak mengulangi masalah yang sama.

    " Saya sudah jewer telinganya  kadernya yang tidak berangkat diklat tersebut," ujar Edwin Hadiwijaya sambil ketawa dilihat anggota DPRD Lotim,H.M.Zuhri.

    Hal yang sama dikatakan Ketua DPC PDIP Lotim, L.Lukman mengatakan pihaknya akan melihat proses hukum yang sedang berjalan tersebut. Sehingga nantinya kalau sudah ada keputusan yang inkrah tentu partai akan mengambil sikap.

    " Partai pasti akan memberikan sanksi kepada kadernya kalau sudah ada putusan yang inkrah," ujarnya.

    Sementara Sekretaris DPC PKB Lotim, Apipuddin saat diminta tanggapannya terhadap kadernya yang duduk di DPRD Lotim tidak berangkat diklat. Termasuk Ketua DPC PKB Lotim, Abrori Lutfhi tidak berani berkomentar.

    " Untuk yang ini saya no comment," kata Apipuddin singkat.

    Sebelumnya Ketua DPD Partai Golkar Lotim, H.Daeng Paelori menegaskan kalau dirinya telah memberikan teguran keras kepada kadernya yang tidak berangkat mengikuti diklat tersebut.
    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad