Header Ads

  • Breaking News

    Presiden Belum Setujui Huntara

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim, L.Rusnan.‎
    Lombok Timur - Presiden Republik Indonesia, H.Joko Widodo belum menyetujui pembuatan rumah hunian sementara bagi korban gempa di Lombok Timur pada khususnya dan NTB pada umumnya.

    "Pak Presiden belum setuju pembangunan huntara bagi pengungsi korban gempa," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, L.Rusnan kepada wartawan di kantor Bupati Lotim.

    Ia menjelaskan pembangunan huntara itu dilakukan apabila rentan waktu penanganan rekonstruksi jangka waktu yang lama.Namun karena tahapan ini respon Presiden sudah dilakukan dengan bantuan untuk korban gempa sudah masuk ke rekening.

    ‎Dengan dilakukan tahap pemulihan kemudian ke tahap rekonstruksi sesuai dengan tahapan yang ada. Sedangkan saat ini tim sedang bekerja untuk membersihkan puing-puing reruntuhan rumah korban gempa di Lotim.

    "Pembangunan huntara dinilai nantinya akan sia-sia," ujarnya.

    Sementara itu, lanjut Rusnan, untuk pembangunan kembali rumah warga akan dibangunkan rumah tahan gempa yang diberinama risa. Dengan sehari bisa dibangun sebanyak 20 unit rumah.

    Dengan standar harga per unit Rp 35 juta dengan ukuran 6x6 meter dengan tipe 21.Termasuk didalamnya komplit dengan pagarnya.

    "Masa pemulihan sekitar enam bulan,sedangkan pembangunan huntara itu merupakan inisiatif pribadi korban bersama relawan," tandasnya.

    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad