Header Ads

  • Breaking News

    SMS dan KNPI Lotim Dukung Nama BIL jadi ZAMIA

    " Penolakan dengan Istighosah Dianggap  Kental Kepentingan Politik,"

    Lombok Timur - Serikat Masyarakat Selatan (SMS) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Timur mendukung penuh nama Bandara Internasional (BIL) menjadi Zainuddin Abdul Madjid International Airport (ZAMIA) yang telah ditetapkan SK Menteri Perhubungan RI.

    "SMS mendukung penuh pergantian nama BIL menjadi ZAMIA," tegas Ketua SMS Lotim, Sayadi kepada media.

    Ia menjelaskan sosok Maulana Syeikh merupakan figur yang tidak diragukan lagi dalam sepak terjang perjuangannya.Apalagi beliau juga telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.

    " Maulana Syeikh seorang pahlawan Nasional satu-satunya di NTB ini,sehingga tidak salah kalau dijadikan nama bandara di NTB," ujarnya.

    Selain itu,lanjut Sayadi, terhadap adanya penolakan yang dilakukan pihak-pihak tertentu yang tidak terima dengan pergantian nama tersebut. Dengan melakukan kegiatan Istighosah sebagai bentuk penolakan yang dianggap sangat kental nuansa politiknya.

    Apalagi SK sudah keluar dari menteri perhubungan,dengan melakukan penolakan terhadap pergantian nama BIL menjadi ZAMIA. Karena kalau pihak-pihak yang tidak terima itu hendaknya berjuang ke pusat,bukan malah berjuang di gubuk gempeng saja.

    Terlebih yang memotori gerakan menolak nama bandara yang dikeluarkan pemerintah pusat adalah seorang Bupati Loteng yang kalah dalam pertarungan Pilkada.

    " Jadi aneh saja masak seorang Bupati tidak tahu prosedur untuk mementahkan SK yang dari Menhub RI yang telah dikeluarkan dalam pergantian nama BIL tersebut," tandasnya.

    Hal yang sama dikatakan Ketua DPD KNPI Lotim, M.Taufik Hidayat menegaskan sangat mendukung penuh penamaan bandara menjadi bandar udara internasional Zainuddin Abdul Madjid.Karena Maulana Syeikh adalah pahlawan Nasional sehingga nama beliau layak disematkan pada bandara Lombok sebagai penghormatan terhadap ulama di NTB.

    " Kiprah dan rekam jejak beliau sudah terbukti dalam mengembangkan islam ahlusunnah waljamaah di NTB," tegas Taufik.

    Sementara terkait dengan adanya penolakan,Taufik yang juga Alumni PMII ini mengatakan dirinya memahami kondisi psikologis masyarakat lingkar bandara. Dengan wajar mereka menolak dan saya kira itulah adalah hak masyarakat.

    Namun yang mengusulkan penamaan bandara dengan nama Maulana Syeikh Zainuddin Abdul Madjid juga berhak mengajukan nama itu. Dan itu adalah hak setiap kelompok untuk mengajukan itu.

    " Pemerintah tentu punya pertimbangan rasional dalam memutuskan nama BIL menjadi ZAMIA," ujarnya.


    Oleh karena,lanjutnya dukungan pemerintah dalam hal ini kementerian perhubungan atas penerbitan SK bandar udara Lombok ini.Sehingga pihaknya menghimbau agar semua tidak terprovokasi oleh opini-opini yang akan memecah belah keutuhan bangsa.

    "Jangan sampai energi habis oleh persoalan ini,karena masih banyak PR bangsa ini yang butuh perhatian kita secara serius," tandasnya.


    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad