Header Ads

  • Breaking News

    Kakak Beradik di Parang Sama Kawanan Rampok

    Korban curas yang ditebas wilayah Sukamulia.
    ‎Lombok Timur - Kakak beradik menjadi korban keganasan kawasan perampok yang menyatroni rumahnya korban,Kamis dinihari (11|10),sekitar pukul 02.00 wita. Dengan pelaku menebas korban,Rohini (51) dan Rosmini (44),warga Dusun Gubuk Timuk, Aik Anyar, Kecamatan Sukamulia.

    Akibat korban Rosmini mengalami luka yang sangat parah akibat luka sayatan pelaku, termasuk juga saudaranya rohini dengan langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif.

    Sementara kasusnya sudah ditangani pihak kepolisian guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

    Informasi yang berhasil dihimpun Media ini menyebutkan bahwa kakak korban keluar kamar menuju kamar mandi yang berada di samping dapurnya.Akan tetapi pada saat menuju kamar mandi korban mendengar suara pintu dapur terdorong.

    Kemudian melihat itu korban lalu membuka pintu dapur yang terkunci, namun korban melihat ada pelaku di depan pintu dapur dengan membawa golok dan santer. Setelah korban lalu disekap oleh pelaku,akan tapi korban berusaha membebaskan diri dengan cara berteriak minta tolong.

    Teriakan korban didengar oleh saudara korban yang kemudian keluar bersama dua cucunya yang masih balita dan gadis,akan tapi sama nasibnya dengan langsung saudaranya dilakukan penyekapan oleh pelaku.

    Namun korban melakukan perlawanan sehingga membuat pelaku langsung menebaskan parangnya ke arah korban sebanyak empat kali,membuat korban mengalami luka sayatan parang. Dengan lumuran darah untuk kemudian warga langsung membawa korban ke puskesmas terdekat.

    Sementara kawanan pelaku yang menggunakan cadar langsung melarikan diri setelah melakukan aksinya.

    Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Joko Tamtomo, S.ik membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan mengenai kasus curas yang menimpa korban di wilayah Sukamulia. Dengan menyebabkan kakak beradik menjadi korban akibat kasus tersebut.

    " Kasusnya masih lidik untuk mengungkap pelakunya," tegas Joko Tamtomo, S.ik.


    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad