Header Ads

  • Breaking News

    Masalah Muncul, Buku Mulok Sasak Menumpuk di UPTD Dikbud

    Buku muatan lokal Sasak menumpuk di kantor UPTD Dikbud di Lotim.
    Lombok Timur - Buku muatan lokal sasak menumpuk di beberapa kantor Unit Pelayanan Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kecamatan di Lombok Timur.Pasca terjadinya persoalan atas beredarnya dua judul buku Sasak yakni Jampi-jampi Sasak dan Pantun Sasak yang di dalamnya isinya diduga mengandung unsur porno.

    Kepala Unit Dikbud Kecamatan Labuhan Haji, Suardi saat dikonfirmasi membenarkan kalau buku muatan lokal Sasak masih menumpuk di kantornya. Dengan masih banyak yang belum disalurkan ke sekolah-sekolah yang berada diwilayah kerjanya.

    Apalagi dengan adanya masalah dalam isi dua judul buku muatan Sasak tersebut, sehingga membuat dirinya tidak mendistribusikan setelah ada perintah dari Dinas Dikbud kabupaten maupun penerbit buku untuk melakukan penarikan dari sekolah-sekolah yang telah diberikan buku tersebut.

    " Memang buku muatan lokal ini masih menumpuk di kantornya,belum semua diambil pihak sekolah," tegas Suardi.

    Ia menjelaskan pihaknya hanya dititipkan oleh pihak penerbit dengan berdasarkan himbauan dari Dikbud. Dengan didistribusikan kepada masing-masing sekolah,karena buku muatan lokal Sasak baik dengan judul yang bermasalah dengan tidak sudah didistribusikan penerbit sekitar satu bulan lamanya.

    " Kami hanya sebatas dititipi saja sedangkan masalah masing-masing sekolah berapa yang dapat judul buku pihaknya tidak mengetahuinya," ujarnya.

    Hal yang sama dikatakan Kanit Dikbud Sikur,M.Yunus membenarkan kalau buku muatan lokal Sasak itu masih menumpuk di kantor. Dengan belum didistribusikan karena adanya masalah dalam dua judul buku muatan Sasak tersebut.

    " Memang betul buku muatan lokal Sasak masih menumpuk di kantornya belum didistribusikan," tegas Yunus.

    editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad