Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Selasa, 11 Desember 2018

Ratusan Mahasiswa dan Warga Tuntut Usir TNGR, PT SKE dan PT Sadhana Arifnusa

Ratusan massa dari FPR Lotim melakukan aksi ke kantor DPRD dan Bupati Lotim.
Lombok Timur - Ratusan Mahasiswa dan Warga Dari Tiga Kecamatan Sembalun, Wanasaba dan Sambelia yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Lombok Timur melakukan aksi ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim dan Kantor Bupati Lotim,Senin (10/12). Dengan menuntut agar pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR),PT Sadhana Arifnusa dan PT Sembalun Kencana Emas (SKE) diusir dari Lotim, karena dianggap selama ini dinilai meresahkan dan merugikan warga.

Aksi yang dilakukan ratusan massa tersebut dengan membawa berbagai pamflet maupun selebaran yang memuat berbagai tulisan kecamatan terhadap perusahaan dan TNGR maupun pemerintah daerah. Dengan dimulai dari simpang empat BRI Cabang Selong dengan melakukan long march ke kantor DPRD dan Kantor Bupati Lotim,sambil menyampaikan orasinya.

Dengan mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian. " Kami minta agar pihak TNGR di usir dari Jurang Koak, PT Sadhana dari Lendang Tengak dan Deduman dan PT SKE dari Sembalun, Karena dianggap merugikan masyarakat," teriak orator dalam oratornya secara bergantian.

Selain itu,massa aksi juga meminta agar menghentikan intimidasi, politik adu domba dan kriminalitas terhadap masyarakat yang saat berada di jurang Koak, Lendang Tengak dan Deduman maupun di Sambelia oleh pihak TNGR maupun perusahaan yang memiliki kepentingan di dalam persoalan tersebut.

" DPRD Lotim dan pemerintah daerah harus memperhatikan masyarakat yang saat ini mendapatkan masalah mengenai lahan yang digarapnya, dengan memberikan solusi atas masalah itu agar tidak selalu dihantui rasa ketakutan," kata orator aksi lagi.

Sementara di kantor DPRD Lotim perwakilan aksi diterima Pelaksana Tugas (Plt) Setwan Lotim, L.Taufikurrahman. Dengan meminta  agar para massa aksi menyampaikan surat jauh sebelumnya kepada dewan untuk diagendakan hearing terhadap apa yang menjadi tuntutannya atau aspirasinya.

" Apa yang disampaikan massa aksi akan kami teruskan ke pimpinan dewan, karena saat ini semua pimpinan sedang ada tugas ke luar kota," kata Taufikurrahman.

Setelah mendapatkan jawaban itu, kemudian massa aksi melanjutkan aksinya ke kantor Bupati Lotim dengan long march. Sampai di kantor Bupati Lotim massa kembali menyampaikan aspirasinya di pintu gerbang kantor Bupati. Karena aparat keamanan dari kepolisian yang menjaga tidak memberikan massa aksi masuk ke kantor Bupati Lotim.

Namun begitu kemudian beberapa perwakilan aksi diterima Wakil Bupati Lotim, H.Rumaksi. Dengan menyampaikan bahwa mengenai masalah PT Sadhana di Sambelia dan PT SKE Sembalun sudah disampaikan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Karena kewenangan masalah hutan ada di Provinsi,bukan di kabupaten lagi.

" Silahkan para warga yang menjadi penggarap untuk menyiapkan bukti alas kepemilikan lahan yang diklaim tersebut, bahkan warga bersama dirinya yang akan membawa langsung ke Gubernur nantinya," kata Rumaksi.

" Kedepan pihaknya akan mengundang PT Sadhana untuk membicarakan persoalan ini," tegasnya.

Setelah mendapatkan jawaban yang jelas, kemudian massa aksi membubarkan diri setelah sebelumnya berencana akan melanjutkan aksi ke kantor TNGR akan tapi urung dilakukan. Dengan membubarkan diri setelah menyampaikan pernyataan sikapnya.

Editor : Bayu

Loading...

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.