Header Ads

  • Breaking News

    H.Sirojudin Mengatakan Jangan Ragu Untuk Menyekolahkan Anak Di Pondok Pesantren.


    Mataram -Kegiatan pembuatan dan penyusunan soal ujian kesetaraan pada Ponpes Salafiyah di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam ( PAKIS ) Kanwil Kemenag Provinsi NTB. Penyusunan soal ujian pendidikan kesetaraan pada Ponpes tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menuntaskan program wajib belajar.

    Pelaksanaan penyusunan soal Ujian Nasional ( UN )  dan Ujian Sekolah Bertaraf Nasional ( USBN ) tingkat Ula dan Wustha untuk pendidikan kesetaraan atau Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan ( UNPK ) Ponpes Salafiyah tersebut sesuai dengan amanah Prosedur Operasional Standar ( POS ) USBN tahun 2019. Kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan di NTB terkait penyusunan soal ujian, dimana  selama ini hanya menyesuaikan dengan kondisi yang ada di wilayah / daerah masing-masing.

    Kegiatan ini diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan soal yang akurat, terukur dan berkualitas untuk melihat hasil proses belajar dengan membuat dan menyusun soal tersebut sesuai standar kompetensi dasar yang ada dan memenuhi kaidah-kaidah dalam penyusunan soal yang baik. Adapun langkah penulisan soal yang baik tersebut yaitu menentukan tujuan,menyusun kisi-kisi, penulisan soal, penelaahan soal, termasuk analisisnya dan membuat skor dengan berpedoman dalam aturan yang ada.

    Maksud dan tujuan kegiatan Workshop penyusunan dan pembuatan soal ujian kesetaraan pada Ponpes Salafiyah ini untuk memberikan pengetahuan kepada pengelola Ponpes, memberikan kemampuan dasar kepada pengelola ujian paket wajar Dikdas/kesetaraan, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penyusunan soal pada Pondok Pesantren Salafiyah.

    Dalam laporan Ketua Panitia Kusuma Satria disebutkan bahwa peserta kegiatan Penguatan Manajemen Pengelolaan Ponpes berjumlah 40 ( empat puluh ) orang terdiri dari Kasi Pendis Kanwil Kemenag NTB 2 ( dua ) orang, operator Pontren 7 ( tujuh ) orang, Pokja Penyelenggara PPS 31 ( tiga puluh satu ) orang. Nara Sumber kegiatan ini terdiri dari Kakanwil Kemenag Prov NTB, Kabid Pakis, Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB. Kegiatan berlangsung selama 3 ( tiga ) hari sejak tanggal 6 Maret 2019 sampai dengam 8 Maret 2019 di Hotel Mataram Square.

    Selanjutnya arahan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat di wakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha H. Sirojudin menyampaikan bahwa saat ini masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk menyekolahkan anaknya di Pondok Pesantren, karena  Ponpes saat ini selain menyelenggarakan pendidikan formal, pendidikan kesetaraannya pun sudah di akui dan disetarakan melalui pelaksanaan Ujian Nasional.

    Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas disebutkan bahwa pendidikan nasional diselenggarakan melalui 3 ( tiga ) jalur yaitu formal, non formal dan informal. Seiring dengan Sisdiknas, maka pendidikan kesetaraan yang terdiri atas program Paket A setara dengan  SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara dengan SMA.

    Lebih lanjut H. Sirojudin menyampaikan bahwa lulusan ujian pendidikan kesetaraan ini memiliki hak eligibilitas yang sama dan setara dengan pemegang Ijazah pendidikan formal, dimana ijazah tersebut dapat  digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi atau dapat pula untuk memasuki lapangan kerja. Yang lebih menarik lagi kata H. Sirojudin bahwa Pondok Pesantren selain menerapkan pendidikan kesetaraan juga memiliki pendidikan kesetaraan lain berupa Ula dan Wustho, khususnya Pondok Pesantren Salafiyah yang menyelenggarakan program wajar Dikdas.

    Lembaga Pondok Pesantren tidak hanya menghantarkan santrinya untuk ikut ujian nasional saja, namun juga membekalinya dengan materi-materi ujian dengan cara melakukan ujian lokal, sehingga bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.

    Di akhir sambutannya H. Sirojudin mengatakan bahwa  tidak sedikit orang-orang yang berada di depan adalah orang yang merupakan  alumni Pondok Pesantren, selain itu ada juga orang-orang yang ujian melalui paket dapat menghantarkan mereka  menjadi orang-orang besar dan berprestasi. Oleh karena itu H.Sirojudin mengatakan jangan ragu untuk menyekolahkan anak di Pondok Pesantren.

    Editor : Bayu adjie

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad