Header Ads

  • Breaking News

    Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Bagi Guru Madrasah Se-Pulau Lombok


    Mataram - Sebanyaknya 120 orang guru madrasah se-Pulau Lombok dari RA, MI, MTs dan MA Negeri maupun Swasta mengikuti Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI)  Selasa (5/3/2019) bertempat di LPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia.

    Turut hadir dalam kegiatan Penulisan KTI guru Madrasah adalah Sekda Provinsi NTB Dr. Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, PhD, didampingi oleh Kepala LPMP Provinsi NTB Minhajul Ngabidin, S.Pd, M.Pd, Kabid Mapenda Kemenag NTB Hj. Eka Muftatiah, M.Pd, Ketua IGI Provinsi NTB Ermawanti, S.Pd dan Ketua Pokjawas Kemenag NTB Ahmad Ikmal S, serta para Narasumber adalah Nengah Istiqomah, M.Pd dan H. Bakhtiar Ardiansyah, M.Pd yang merupakan salah satu Widyaswara LPMP NTB.

    Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 wita tersebut  diawali dengan laporan Ketua IGI Ermawanti, S.Pd sebagai ketua penyelenggara. Dalam laporannya ia menyebutkan kegiatan pelatihan penulisan KTI terlaksana atas kerjasama antara IGI Provinsi NTB dengan Kementerian Agama Republik Indonesia yang diikuti sebanyak 120 guru madrasah negeri maupun swasta yang ada di Lombok. Kegiatan dilaksanakan selama 2 tahapan, tahap pertama secara tatap muka hari Selasa (5/3/2019) dari jam 08.00 - 15.30 wita,  sedangkan tahap kedua dilaksanakan secara daring atau online guna menghasilkan karya untuk masing-masing peserta.  Tujuan dari kegiatan ini menurut Ermawanti adalah untuk menumbuhkan keterampilan guru dalam meningkatkan kompetensi terhadap penulisan karya tulis ilmiah.

    Sementara Sekda Provinsi NTB H. Rosiady H. Sayuti dalam sambutannya mengungkapkan menjadi seorang penulis itu harus berani untuk memaksakan diri, memulai membiasakan dalam menulis. "Kuncinya adalah memulai, sehebat apapun training, pelatihan yang anda ikuti kalau tidak berani memulai tidak ada gunanya", ungkap H. Rosiady Sayuti.

    Lebih lanjut H. Rosiady Sayuti menambahkan selain memulai kunci dalam menulis itu adalah inspirasi, hal apa yang akan ditulis tentu caranya adalah sering membaca buku, memikirkan tentang segala sesuatu hal yang berkaitan dengan apa yang ditulis agar konteks, isi dan pesan tulisan tersebut dapat disampaikan secara objektif. "Maka penyajian data dalam penulisan buku itu harus di informasikan, di sajikan kepada orang yang membutuhkan dengan valid dan lengkap apakah data tersebut berupa angka, tabel, gambar dan lainnya, selain penyajian data yang valid agar buku lama dibaca orang harus isinya unik lain dari yang lain", jelas H. Rosiady Sayuti.

    Senada di ungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Mapenda Kementerian Agama NTB Hj. Ika Muftatiah saat memberikan pengarahan bahwa guru-guru madrasah harus mampu melahirkan karya tulis baik berupa buku, jurnal, penelitian dan karya tulis lainnya. " Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Sekda Provinsi NTB, bapak Kepala LPMP dan Ketua IGI Provinsi NTB atas dukungan dan supportnya hingga kegiatan terlaksana sesuai diharapkan dan sebagai tindak lanjutnya guru-guru bisa menghasilkan karya", ungkap Hj. Ika Muftatiah.

    Editor : Bayu adjie

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad