Header Ads

  • Breaking News

    Seleksi Rektrumen Petugas Haji Menggunakan System CAT ( Computer Assisted Test )


    Mataram - Penyelenggaraan haji merupakan tugas nasional dan menjadi tanggung jawab pemerintah di bawah koordinasi Menteri Agama dan diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Dalam Undang-Undang nomor 13 Tahun 2008 disebutkan bahwa  pemerintah memiliki kewajiban memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan terhadap calon jamaah haji. Kepala Bidang PHU Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB H. M. Ali Fikri mengatakan bahwa rektrumen petugas haji merupakan kegiatan dalam rangka menyiapkan petugas haji yang handal dan profesional dalam memberikan pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia.

    Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dan menyiapkan petugas lebih awal sehingga diharapkan dapat menjaring petugas yang memiliki komitmen  Pembinaan, Pelayanan dan Perlindungan kepada Jemaah sebagai tugas utamannya selama operasional haji. Petugas yang demikian nantinya diharapkan dapat memenuhi harapan jemaah untuk dapat menjalankan ibadahnya secara baik dan benar guna menggapai haji mabrur.

    Menurut HM. Ali Fikri  rekrutmen  petugas haji dilakukan secara online dan menggunakan sistem CAT , yaitu menjadi salah satu cara untuk menjaring petugas-petugas yang memiliki kompetensi baik dari sisi ibadah maupun dari sisi regulasi, secara transparan dan akuntabel. Berdasarkan hasil CAT, peserta akan  disaring lagi untuk mengukur pemahaman dan pengalaman sesuai bidang tugas yang dilamarnya melalui wawancara.

    Seleksi rektrumen petugas haji menggunakan system CAT ( Computer Assisted Test  ) dimana system CAT tersebut merupakan tahun kedua dilaksanakan. System CAT ini  adalah suatu metode seleksi online dengan alat  bantu komputer yang dilaksanakan sebagai pengganti tes tulis bagi calon petugas baik di tingkat provinsi maupun pusat. Seleksi ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Dirjen PHU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pedoman Rektrumen Petugas Haji Indonesia dan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTB Nomor 108 Tahun 2019 tentang Pembentukan Panitia, Pengawas dan Tim Penguji Rekrutmen Calon Petugas Haji Kloter dan Non Kloter Tingkat Provinsi Tahun 1440 H/2019 M.

    Adapun maksud dan tujuan kegiatan seleksi rekrutmen ini adaupaya untuk menyiapkan petugas haji yang profesional, handal dan memiliki akhlaq mulia serta  untuk meningkatkan kapasitas petugas haji sesuai sasaran mutu penyelenggaraan ibadah haji.

    Peserta dalam seleksi petugas haji kali ini terdiri dari 10 Kabupaten/Kota se – NTB yang akan diikutkan dalam seleksi CAT di tingkat Provinsi sebanyak 2 kali dengan alokasi yang ditetapkan yakni TPHI diikuti oleh 20 orang dan yang diterima 10 orang, TPIHI diikuti oleh 18 orang dan yang diterima 10 orang, Pelaksana Konsumsi diikuti oleh 5 orang dan yang diterima 3 orang, Pelaksana Transportasi diikuti oleh 1 orang dan yang diterima 1 orang, Pelaksana Akomodasi diikuti oleh 4 orang dan yang diterima 2 orang, Pembimbing Ibadah diikuti oleh 1 orang dan yang diterima 1 orang. Kegiatan ini dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Lombok pada hari Selasa ( 5/2-2019 ) yang dihadiri oleh Pengawas Haji dan Umrah Kementerian Agama Pusat Eman Sulaiman, Pelaksana Itjen beserta rombongan.

    Dalam arahan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada pelaksanaan seleksi calon petugas haji Indonesia yang diwakili oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Nasruddin menyampaikan bahwa kegiatan rektrumen petugas ini sangat penting dalam proses penyelenggaraan ibadah haji, dimana semua aspek unit menajemen harus berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Disampaikan juga dalam proses rekrutmen penyelenggaraan ibadah haji tahun 1440 H/ 2019 M bahwa pemberangkatan jemaah haji kloter pertama dimulai tanggal 7 Juli 2019, kloter 5 Agustus 2019. Wukuf di Arafah tanggal 10 Agustus 2019. Awal pemulangan jemaah haji  tanggal 15 September 2019. Oleh karena itu   petugas haji harus disiapkan sebelum awal pemberangkatan jemaah haji.

    Dalam rekrutmen petugas haji maka harus memiliki kompetensi dan integritas yang baik bagi calon TPHI, TPIHI, dan PPIH. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, kompetensi dan wawancara. Seleksi pola CAT ini merupakan tahun kedua, sedangkan keunggulan seleksi CAT selain menghemat anggaran negara juga mempercepat proses pemeriksaan dan laporan hasil seleksi. Semua itu merupakan upaya dalam rangka menciptakan standarisasi  seleksi dan mewujudkan sistim yang transparan, obyektif dan akuntabel.

    H. Nasruddin menekankan kepada peserta bahwa seluruh peserta mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi petugas melalui persaingan yang sehat dan dapat di pertanggung jawabkan serta hendaknya bersikap sportif, konsekuen dan mengutamakan profesionalitas. Bagi yang yang belum mendapat peluang menjadi petugas tahun ini H. Nasruddin berharap tidak berkecil hati dan  untuk melayani tamu Allah  terbuka pada tahun yang akan datang. Dikatakan pula kepada peserta yang lolos diharapkan agar mempersiapkan diri untuk proses selanjutnya karena akan menentukan dalam penetapan petugas haji untuk tahun 1440 H/ 2019 M, imbuh H. Nasruddin.

    Editor : Bayu adjie

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad