Header Ads

  • Breaking News

    Pelaksanaan kegiatan “Peningkatan Kompetensi Guru Agama Hindu” ini berlangsung di Fave Hotel Mataram


    Mataram - Dalam dunia pendidikan saat ini sangat penting menyiapkan pendidikan yang berkualitas dan pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas pula. Oleh karenanya diperlukan kependidikan yang profesional sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang bermutu.

    Tenaga pendidik harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, maka guru menjadi penting untuk terus menerus menjaga profesionalitasnya.Tema kegiatan kali ini adalah “Peningkatan Kompetensi Guru Agama Hindu” yang merupakan salah satu dari Tiga Mantra Menteri Agama Hasil Rakernas tahun 2019 yaitu : Moderasi beragama, Kebersamaan untuk umat dan Integrasi data

    Dalam suatu lingkungan sekolah seorang Guru harus menerapkan di lingkungan sekolah tersebut tentang moderasi beragama dalam memperkuat nilai-nilai kerukunan beragama, menengahi, mengurangi kekerasan, dan menghindari faham ekstrimisme, maka  disinilah peran guru dalam mengajarkan kedamaian sebagai penguatan moderasi beragama.

    Pelaksanaan kegiatan “Peningkatan Kompetensi Guru Agama Hindu” ini berlangsung di Fave Hotel Mataram selama tiga hari mulai tanggal 8 April sampai dengan 10 April 2019. Peserta kegiatan berjumlah empat puluh orang terdiri dari perwakilan Guru Agama Hindu dari tingkat TK,PAUD dan SD se – pulau Lombok. Kegiatan ini dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi NTB  H. Sirojudin, Kepala Bidang Pembimas Hindu, Pembimas Katolik, Pembimas Budha.

    Arahan sekaligus membuka kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Hindu Non PNS tingkat Dasar Bidang Hindu oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Nasruddin yang menyampaikan bahwa guru patut diberikan suatu penghargaan karena membangun sebuah peradaban yang dibutuhkan oleh semua umat manusia, karena itu guru merupakan seorang fasilitator yang harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi semua yang ada pada lingkungan di dunia pendidikan.

    Selanjutnya dikatakan pula bahwa Guru merupakan fasilitator yang baik untuk memperkuat ilmu pengetahuan disamping perilaku dan wawasan. H. Nasruddin mengapresiasi kepada Kabid Pembimas Hindu yang selalu melakukan pembinaan terus menerus terhadap guru Agama Hindu termasuk pada semua Penyuluh  yang terlibat dalam lembaga pendidikan Agama Hindu di NTB. H. Nasruddin berharap kedepan Kabid Hindu memperbesar volume kegiatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Agama Hindu.

    H. Nasruddin mendorong Kabid Pembimas Hindu untuk berkoordinasi dengan Dirjen Bimas Hindu terkait dengan anggaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan Agama Hindu karena NTB nomor dua terbesar Agama Hindu setelah Provinsi Bali. Kementerian Agama Provinsi NTB berupaya dengan Bidang Bimas Hindu untuk mensejahterakan guru Agama Hindu Non PNS dan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kesejahteraannya  tidak saja untuk Guru Agama Hindu namun juga untuk semua dewan guru. H. Nasruddin menegaskan bahwa ia bersama jajarannya berupaya meningkatkan kesejahteraan bagi guru di daerah terpencil sehingga para guru betul-betul di perhatikan, kemudian berupaya meningkatkan  IT di setiap lembaga Hindu juga Sekolah Tinggi Hindu (STHN) akan ditingkatkan statusnya dan kini sedang di upayakan.

    Lebih lanjut H. Nasruddin berharap kepada guru Agama Hindu agar ditanamkan pada diri sendiri untuk  memiliki pemahaman ilmu pengetahuan yang kuat. Kementerian Agama mempersiapkan sarana dan prasarana pendidikan dan ingin meningkatkan kualitas guru melalui beasiswa dimana dalam hal ini Kementerian Agama memprogramkan Lima Ribu Doktor di dalam negeri maupun luar negeri guna meningkatkan SDM, dan guru guru harus ada kepedulian terhadap anak didiknya di seluruh aspek agar bisa di manfaatkan oleh anak didik dan orang tua murid. Yang lebih penting guru harus memiliki kesadaran di dunia pendidikan dalam menghadapi berbagai permasalahan sarana dan prasarana serta watak semua anak didik sehingga pendidikan tersebut berjalan dengan baik dan berkualitas, sehingga diharapkan  guru mempunyai jiwa kepemimpinan dalam proses belajar mengajar di kelas, memiliki tanggung jawab dan bisa melahirkan serta mencetak generasi penerus yang berkualitas.

    Editor : Bayu adjie

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad