Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Rabu, 10 April 2019

Polda NTB Klarifikasi Laporan Bupati Lombok Utara



Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar

Mataram - Tim Cyber Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat meminta klarifikasi sejumlah pihak terkait laporan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar yang merasa terhina dikatakan "lebay" dalam unggahan status facebook seorang pegiat sosial Endri's Foundation, Tarpiin Adam.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Kombes Pol Syamsuddin Baharudin di Mataram, Selasa, mengatakan klarifikasi dilakukan untuk memperjelas arah penyelidikannya.

"Jadi, laporannya masih tahap klarifikasi," kata Syamsuddin.

Dalam penanganannya, tim sibertelah meminta keterangan Bupati Najmul Akhyar. Keterangan bupati didapatkan dalam laporannya yang masuk ke Polda NTB pada akhir tahun 2018.

Tindak lanjut dari keterangan Bupati Najmul Akhyar, pihak kepolisian pada akhir Maret lalu telah meminta klarifikasi kepada Tarpiin Adam, terlapor yang juga masih aktif sebagai Direktur Lombok Utara Corruption Watch (LUCW).

Dalam klarifikasinya, Tarpiin Adam mengaku ditanyakan oleh penyidik soal motivasi dari unggahan status di akun media sosialnya.

Melalui akun facebook pribadinya, Restu Adam EF, Tarpiin menulis status "jangan terlalu lebay pak bupati". Dalam foto unggahannya berisi cuplikan sebuah berita dari media cetak lokal berjudul "Najmul: soal bantuan, kami tidak tidur".

Dalam keterangannya, Tarpiin mengaku unggahan tersebut hanya bentuk kritik kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terkait penanganan pascagempa Lombok.

Sebagai terlapor, Tarpiin diduga melanggar Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45A Ayat 2, Pasal 27 Ayat 3 dan 4 Juncto Pasal 45 Ayat 3 dan 4 Undang-Undang RI Nomor 11/2009 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Selain keterangan dari pihak pelapor dan terlapor, pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari ahli bahasa. Rencananya ahli hukum dari Universitas Mataram dan juga ahli ITE dari Kementerian Kominfo Jakarta akan dimintai keterangan.

Editor : Bayu
Loading...

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.