Header Ads

  • Breaking News

    Sosialisasi Bantuan Program Kegiatan Ponpes di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB


    Mataram - Sejak lahirnya Kementerian Agama mempunyai tugas penting sebagaimana tercantum dalam Kepres Nomor 45 Tahun 1974 yakni menyelenggarakan sebagian pemerintah dan pembangunan di bidang Agama, tugas ini diperkuat lagi dalam GBHN Tahun 1993 asas pembangunan nasional diantaranya adalah agama ( keimanan dan ketaqwaan), dalam konteks agama merupakan aspek yang menyatu dalam semua warga bangsa untuk mencapai tujuan pembagunan nasional.

    Di samping itu Kementerian Agama mempunyai banyak tugas, antara lain : Pelayana Haji, Zakat dan Wakaf, Nikah, Talak dan Rujuk, Pelayanan Dakwah (Penyuluh Agama), Pendidikan Agama dan Keagamaan, Madrasah dan Pesantren. Kesemua tugas ini merupakan tantangan Kemenag yang sangat berat manakala di tubuh pejabat internal Kemenag sendiri tidak mampu melaksanakan tugas secara profesional dan penuh integritas, terlebih lagi dalam memasuki era globalisasi dan westernisasi sekarang ini banyak munculnya aliran agama sesat berupa aliran sempalan serta masalah-masalah yang berkaitan dengan umat. Kemenag harus profesional dengan landasan utama mengamalkan dokrinitas agama dan pornografi serta menuntut kepekaan Kemenag dalam memelihara nilai serta norma agama.

    Selanjutnya Kementerian Agama dalam kebijakan pendidikan sejak tahun 2010 sampai dengan 2014 menetapkan 5 (lima) kebijakan, diantaranya : 1. Peningkatan kualitas kehidupan beragama. 2. Peningkatan kualitas kerukunan umat beragama. 3. Peningkatan kualitas Raudhatul Athfal, Madrasah, Perguruan Tinggi Agama, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Keagamaan. 4. Peningkatan kualitas Ibadah Haji. 5. Perwujudan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.

    Adapun maksud dan tujuan kegiatan Sosialisasi Bantuan Program Kegiatan Ponpes di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB adalah memberikan tambahan pengetahuan pengelolaan Pondok Pesantren dan memberikan kemampuan pengelolaan Ponpes. Peserta Sosialisasi bantuan berjumlah 40 terdiri dari Kepala Seksi 10 orang, Operator 12 orang, Penyelenggara PPS 18 orang. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi bantuan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 4 April sampai dengan 6 April 2019.

    Dalam laporan Ketua Panitia Kusuma Satria Hidayat bahwa Kegiatan Sosialisasin Bantuan dan Program Kegiatan Pendidikan Pondok Pesantren di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB di hadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam H. Haryadi Iskandar, seluruh Kepala Seksi Bidang Pakis. 

    Arahan atau sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat di wakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha H. Sirojudin menyampaikan bahwa Ponpes besar sekali jasanya karena Ponpes termasuk dari perjuangan dalam rangka merebut kemerdekaan RI, maka pemerintah terus menerus memberikan perhatian kepada Ponpes, namun perhatian pemerintah ini harus dimaknai dengan meningkatkan perbaikan kinerja.

    Saat ini Kementerian Agama  sedang WTP, maka diharapkan pimpinan Ponpes mengelola bantuan dengan  sebaik-baiknya hanya untuk kepentingan Ponpes.  Bantuan ini dimanfaatkan semaksimal mungkin  sesuai dengan juknis yang ada untuk merealisasikan  dan mengelola bantuan agar transparan dan memperhatikan ketentuan untuk merealisakan, dan laporannya dipertanggungjawabkan akuntabilitas guna meningkatkan pengelolaan bantuan secara baik sesuai aturan.

    Pimpinan Ponpes harus profesional dalam mengelola bantuan dengan juknis sehingga jelas arah bantuan merealisasikan sampai habis sesuai peruntukan keterbukaan / trasparansi dalam memperoleh keuangan negara. Ponpes dan madrasah menjadi pilihan orang tua dalam menyekolahkan anaknya. Tujuan orang tuanya menjadikan anaknya pintar mengaji bukan hanya pintar mengaji namun pintar semua bidang ilmu pengetahuan berharap kepada guru atau pimpinan pondok pesantren menjadi figur dalam sebuah lembaga pendidikan. Guru profesional harus mengabdikan dirinya,  mencerdaskan anak didik dan meningkatkan kinerja dan kedisplinan.

    Editor : Bayu adjie

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad