Header Ads

  • Breaking News

    Golkar Masih Dominan, Ini Perolehan Caleg DPRD NTB Hasil Pemilu 2019



    Mataram - Rekapitulasi perolehan suara hasil Pemilu 2019 di Provinsi NTB oleh KPU baru sampai delapan kabupaten/kota dari 10 kabupaten/kota se-NTB. Meski belum tuntas seluruhnya, pembagian jatah kursi untuk partai politik sudah bisa dikalkulasikan berdasarkan konversi perolehan suara yang mereka sudah kantongi di masing-masing Dapil.

    Diketahui delapan kabupaten/kota yang sudah selesai direkap oleh KPU Provinsi NTB hingga Kamis, 9 Mei 2019 malam lalu itu, yakni Lobar, KLU, Lotim, Sumbawa, KSB, Bima, Kota Bima, dan Dompu. Sedangkan dua kabupaten/Kota yakni Loteng dan Mataram akan direkap mulai hari ini (11 dan 12 Mei). Dilihat dari perolehan suara masing-masing parpol di delapan kabupaten/kota yang sudah tuntas di rekap di tingkat KPU provinsi, memperlihatkan bahwa Partai Golkar masih berjaya.

    Delapan daerah yang terbagi menjadi lima Dapil, perolehan suara yang berhasil dikantongi partai beringin ini sudah dipastikan memboking enam kursi wakil rakyat di DPRD Provinsi NTB. Namun, dari hasil rekapituasi internal, Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaeda menyebut partainya mendapatkan 10 kursi. Empat kursi tambahan itu berasal dari tiga Dapil yang masih belum direkap yakni Kota Mataram dan Lombok Tengah.

    Perolehan kursi kedua ditempati oleh Partai Gerindra. Partai ini nampaknya akan mengantongi sembilan kursi. Dari delapan daerah yang sudah direkap KPU NTB, Gerindra sudah membooking enam kursi wakil rakyat yang tersebar di lima Dapil Sementara dari dua daerah yang belum dihitung yakni Mataram dan Loteng, Gerindra akan mendapatkan tambahan tiga kursi.

    Sementara itu perolehan suara PKS di delapan daerah yang sudah direkap, setelah dikonversi dalam pembagian kursi, PKS mendapatkan empat kursi yang tersebar di lima Dapil. Ketua DPW PKS NTB, Abdul Hadi mengaku mendapatkan tujuh kursi, tiga kursi tambahan berasal dari Dapil I Kota Mataram dan Dapil loteng VII.

    Perolehan kursi berikutnya ditempati Partai Demokrat, di delapan daerah yang sudah dihitung tersebut, Demokrat sudah mengantongi lima kursi, Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri (Dapil II) terpilih kembali. Demokrat diprediksi akan mendapatkan tujuh kursi, kursi tambahan berasal dari Lombok Tengah.

    Dibawah Partai demokrat, PPP juga diprediksi mengantongi tujuh kursi. Empat kursi telah dikantongi berdasarkan hasil rekap KPU yakni dari Dapil II, Dapil III, Dapil V, Dapil VI. Sedangkan tiga kursi tambahan PPP berasal dari Dapil I Kota Mataram dan Loteng (Dapil VII) dan Dapil VIII.

    Perolehan suara PKB mengalami peningkatan, sehingga partai ini optimis mengunci enam kursi. Empat kursi sudah di kantong PKB dari empat Dapil yang sudah direkap KPU yakni Dapil II, Dapil III, Dapil IV dan Dapil VI. Tambahan dua kursi PKB berasal dari Loteng (Dapil VII) dan Dapil VIII.

    Kemudian PAN dipastikan sudah mengantongi lima kursi dari lima Dapil yang sudah direkap KPU, yakni Dapil II, Dapil III, Dapil IV, dan Dapil VI. Perolehan kursi PAN ini sama dengan perolehan kursi Nasdem yang juga tersebar di lima Dapil yang sudah diplenokan KPU, yakni Dapil II, Dapil III, Dapil IV, Dapil V dan Dapil VI. Perolehan kursi Nasdem mengalami peningkatan dari tiga menjadi lima kursi pada Pemilu 2019 ini.

    Sebaliknya, penurunan kursi dialami oleh PDIP, dari lima kursi menjadi empat kursi. Tersebar di Dapil I, Dapil II, Dapil V dan Dapil VIII. Kemudian PBB masih tetap bisa mempertahan dua kursi sebelumnya yakni, di Dapil II dan di Dapil III. Dua kursi juga dipastikan dibooking oleh partai pendatang baru yakni berkarya di Dapil III dan Dapil VI.

    Partai yang paling tragis perolehan suaranya pada Pemilu 2019 ini adalah Hanura. Dari lima kursi yang dikuasai Hanura sebelumnya, hanya satu kursi yang berhasil dipertahankan dari Dapil VI. Ketua KPU Provinsi NTB yang dikonfirmasi menyampaikan bahwa rekapitulasi KPU hanya menetapkan hasil perolehan suara. Sedangkan perolehan kursi masing-masing partai akan ditetapkan oleh KPU RI. “KPU hanya rekap perolehan suara, sedangkan perolehan kursi jadi kewenangan KPU RI,” katanya.


    Editor : Bayu



    Area lampiran

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad