Header Ads

  • Breaking News

    Gubernur NTB Turun Tangan Pembebasan Lahan Bypass LIA-KEK Mandalika


    Master Plan Sirkuit MotoGP Mandalika Lombok Indonesia
    Mataram - Pemprov NTB masih berusaha melobi pemilik lahan agar mau melepas asetnya. Bila tidak, bypass yang menjadi akses utama dari Lombok International Airport (LIA) ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika bisa batal dibangun. ”Kami akan berupaya agar perusahaan mau dibebaskan lahannya,” kata Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Sahdan, kemarin (10/5).

    Ia menjelaskan, bypass itu sangat penting dibangun untuk menunjang gelaran MotoGP 2021. Tahun ini masalah lahan sudah harus klir. Sehingga pengerjaan fisik jalan bisa dikebut tahun depan. Bila lahan tidak selesai tahun ini, pembangunan jalan sepanjang 17 kilometer itu bisa molor.

    Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik PT Vena Energy tersebut merupakan salah satu bangunan yang berdiri di rencana jalur bypass. Pemerintah tidak mungkin mengubah lagi, bila diubah akan mengubah desain dan butuh waktu.

    Terkait luas lahan, Kepala Dinas PUPR NTB H Azhar meralat pernyataannya sebelumnya yang menyebut lahan milik perusahaan 80 ha. Dia meluruskan, luas lahan perusahaan hanya 8 ha. Luas lahan yang terkena pembangunan jalan hanya 50 meter kali 400 meter atau 20 are.

    Sahdan menambahkan, pembangunan jalan harus tetap dilanjutkan. Lahan milik PLTS Vena Energy akan diganti dengan harga setimpal. Tanah diganti dengan tanah, bangunan juga akan diganti bangunan. Bangunan yang ada tinggal digeser ke lokasi di sebelahnya. ”Mesin PLTS tidak akan kena tapi panel-panel yang digunakan untuk menangkap sinarnya yang kena,” jelas Sahdan.

    Karena belum ada keputusan, rencananya pemprov akan mengundang pemilik lahan dalam waktu dekat. Gubernur NTB sendiri yang langsung akan mengundang, termasuk kementerian juga akan didatangkan. ”Saya dan pak kadis akan turun meninjau lokasi minggu depan,” katanya.

    Sementara itu, Fery, bagian operasional PLTS PT Vena Energy yang datang dalam rapat di kantor gubernur mengatakan, dia hanya datang mendengarkan pemaparan pemprov. Dia sendiri tidak bisa mengambil keputusan. ”Saya hanya mendengarkan apa yang disampaikan kemudian saya sampaikan ke manajemen,” katanya.

    Editor:Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad