Header Ads

  • Breaking News

    Polres Sumbawa Barat Mengamankan 474 Botol Minuman Keras

    Kepolisian Resor Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, mengekspos hasil Operasi Pekat Gatarin 2019, di Polres Sumbawa Barat, Jumat (10/5). Sebanyak tujuh tindak pidana dan pelanggaran berhasil diungkap dengan jumlah tersangka sebanyak 11 orang selama operasi yang digelar sejak sejak 26 April hingga 9 Mei 2019

    Mataram - Jajaran Kepolisian Resor Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, mengamankan sebanyak 474 botol minuman keras ilegal dari sejumlah tempat hiburan selama Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Gatarin yang digelar sejak 26 April hingga 9 Mei 2019.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sumbawa Barat AKP Muhaemin, yang dihubungi dari Mataram, Jumat, menjelaskan Operasi Pekat Gatarin tersebut bertujuan untuk menjaga kondusifitas daerah, khususnya pada Ramadhan 1440 Hijriah.

    "Sasaran operasi tersebut adalah menekan pemicu tindak pidana dan pelanggaran sehingga umat muslim aman dan nyaman menjalankan ibadah selama Ramadhan," katanya.

    Dalam operasi tersebut, pihaknya menyasar tempat perjudian, perdagangan minuman keras tanpa izin dan praktik prostitusi.

    Jumlah kasus yang berhasil diungkap selama 14 hari operasi sebanyak tujuh tindak pidana dan pelanggaran, terdiri atas dua kasus perjudian, satu kasus prostitusi dan perdagangan minuman keras empat kasus. Jumlah tersangka yang sudah diamankan sebanyak 11 orang.

    Barang bukti 474 botol minuman keras terdiri atas 400 botol bir kecil, 24 botol bir besar, 17 botol bir hitam, tiga botol anggur merah, 27 botol brem botol besar, dan tiga botol arak.

    Selain mengamankan barang bukti minuman keras, jajaran Polres Sumbawa Barat juga mengamankan barang bukti perjudian berupa uang tunai sejumlah Rp1,34 juta, dua unit telepon genggam (HP), satu set kartu remi, satu buah buku tabungan, satu buah kartu anjungan tunai mandiri (ATM).

    Untuk barang bukti kasus prostitusi berupa uang sejumlah Rp 600 ribu, dua unit HP, satu stel pakaian korban, dan satu lembar kain sprei.

    Muhaemin menegaskan bagi pelaku tindak pidana dan pelanggaran minuman keras akan dikenakan pasal tindak pidana ringan (tipiring), kasus perjudian dikenakan Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman 10 tahun penjara, sedangkan kasus prostitusi dikenakan Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan penjara.

    "Semua tersangka akan diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.




    Editor : Tony

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad