Header Ads

  • Breaking News

    ASN di Lotim Protes Dana Zakat Diperpinjamkan



    Lombok Timur - Kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lombok Timur memprotes dana zakat yang dikeluarkan setiap bulannya sebesar Rp 2,5 persen dari hasil pemotongan gajinya diperpinjamkan kepada pihak lain oleh pihak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lotim. Karena dana zakat itu bukan untuk diperpinjamkan melainkan disalurkan kepada delapan golongan penerima yang telah diatur.

    Sementara hasil serapan dilapangan mengenai masalah polemik dana zakat yang diperpinjamkan oleh pihak Baznas ke pihak lainnya menjadi perhatian dan perbincangan hangat dikalangan para ASN di Lotim.

    "Kami tidak sudi dan terima kalau zakat yang kami keluarkan setiap bulannya, kemudian diperpinjamkan kepada pihak lain,karena Baznas bukan lembaga pinjaman atau bank, melainkan lembaga penerima dan penyalur zakat di Lotim," kata para ASN di Lotim yang enggan disebutkan namanya.

    Para ASN menilai dengan adanya permasalahan yang muncul mengenai peminjaman dana zakat ke LPP Selvi maupun OPD yang sebagaimana pemberitaan yang ada. Apalagi sebelumnya permasalahan pemotongan zakat sebesar 2,5 persen yang menuai pro dan kontra tersebut.

    Tapi kini di masa era kepemimpinan sekarang di Lotim telah mengeluarkan kebijakan untuk mengenai zakat 2,5 persen kepada masing-masing ASN yang di Lotim. Dengan harapan dan tujuan agar hasil pengumpulan zakat dari ASN maupun Muzakki itu bisa disalurkan kepada yang berhak menerima, bukan malah diperpinjamkan kepada pihak lain.

    "Kami menganggap adanya permasalahan peminjaman dana Zakat ke pihak lain, tentunya ini menjadi presiden buruk bagi Baznas Lotim dalam melakukan pengelolaan zakat di Lotim, sehingga ini harus diperbaiki agar tidak terulang lagi," ujar para ASN lagi.

    Sementara pada pemberitaan sebelumnya, Pengurus Baznas Lotim, HM.Nazri yang didampingi Bendaharanya membenarkan kalau pihak LPP STV melakukan peminjaman uang kepada Baznas sebesar Rp 150 Juta untuk digunakan sebagai biaya operasional rutinnya. Dengan tentunya setelah mereka mengajukan permohonan.

    "Memang betul LPP STV mengajukan permohonan peminjaman uang sebesar Rp 150 juta kepada Baznas dengan pengembaliannya selama lima bulan,untuk digunakan biaya operasional rutinnya," tegasnya.

    Ia menjelaskan sebelum memberikan pinjaman, pihaknya terlebih dahulu meminta kepada pihak LPP STV untuk mengajukan proposal atau permohonan kepada Baznas. Untuk kemudian dipelajari dan melakukan survey ke kantor LPP STV tersebut. Dengan bertemu pimpinannya. Kemudian selanjutnya setelah itu dari pimpinan Baznas Lotim mendisposisikannya.

    Selain itu pihaknya juga mempertanyakan kepada pihak LPP STV mengenai rekomendasi Bupati, akan tapi tidak ada. Namun dari pihak LPP STV mengatakan kalau sudah ada komunikasi dengan Bupati Lotim terkait dengan masalah tersebut.

    "Setelah itu kami berikan cek sebesar Rp 150 juta sesuai dengan permohonan pinjaman tersebut, dengan ketentuan akan diganti pada anggaran perubahan nantinya oleh pihak LPP STV,"ujarnya.

    Sementara saat ditanya wartawan mengenai masalah uang pinjaman itu masuk ke rekening LPP STV ataukah rekening pribadi, Nazri mengaku tidak tahu menahu masalah tersebut, karena tugas kami hanya sampai batas memberikan pinjaman dalam bentuk cek itu saja.

    " Tidak tahu kalau uang itu masuk ke rekening LPP STV ataukah rekening pribadi, karena tidak ikut campur terlalu jauh,"tandasnya.

    Pewarta : Saka Aza
    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad