Header Ads

  • Breaking News

    Permabudi NTB Gelar Dharmasanti Waisak

    Suasana perayaan dharmasanti waisak yang dihadiri ribuan umat Budha di Gedung Hakka Narmada

    Lombok Barat - Untuk mengokohkan kerukunan umat beragama, Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) NTB kemarin (23/6) menggelar Dharmasanti Waisak 2563 BE di Gedung Hakka Narmada. Kegiatan yang dihadiri tokoh lintas agama ini diyakini akan menjadi momentum untuk memupuk dan menjaga toleransi serta kerukunan antar umat beragama. Baik antar sesama umat Budha maupun antar pemeluk agama yang ada di NTB.

    “Melalui Dharmasanti Waisak ini, kami ingin mewujudkan tri kerukunan hidup umat beragama. Mulai dari kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah,” jelas ketua panitia Herryono Soegiarto.

    Dalam kegiatan dharmasanti waisak tahun ini, panitia mengundang sekitar 2.000 warga umat Budha dari berbagai majelis yang ada di NTB. Namun jumlah warga yang hadir melebihi undangan panitia. Diperkirakan 3.500 Umat Budha hadir menyesaki Gedung Hakka Narmada. Ini menjadi pertanda antusiasme warga Budha untuk menjalin kekeluargaan dengan sesamanya.

    Herryono juga menyampaikan, melalui peringatan waisak tahun ini, berbagai rangkaian kegiatan sebelumnya telah dilakukan Permabudi NTB. Mulai dari bakti sosial membagikan santunan di panti asuhan, buka puasa bersama anak yatim dan lansia di Gelangsar Gunungsari, penanaman 1.000 mangrove di Dusun Cemara Desa Lembar Selatan, perayaan detik-detik waisak di beberapa vihara, hingga puncak perayaan dharmasanti waisak.

    Untuk kegiatan kemarin, sejumlah bintang tamu dan tokoh luar daerah ikut hadir. Ada juga pementasan seni dan hiburan seperti tim tari drama kolosal Budha Lombok Utara, penampilan Gus Teja dan Ayu Saraswati, artis asal Bali,MC asal Surabaya, tim tari INLA, serta beberapa bintang tamu lainnya.

    Sementara tamu undangan yang hadir diantaranya Ketua Permabudi pusat Prof. Philips, Dirjen Bimas Umat Buddha Kementerian Agama Caliadi, Bimas Kakanwil kemenag NTB Haryadi Satyawira, pihak Korem 162/WB, FKUB, Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB hingga beberapa tamu undangan lainnya.

    “Esensi dari perayaan ini harus membangun silaturahmi antar umat beragama. Karena kita sebagai bangsa yang majemuk, kerukunan menjadi hal yang penting untuk membangun bangsa ini,” jelas Bimas Umat Buddha Kementerian Agama Caliadi.

    Sedangkan Bimas Umat Budha Kakanwil kemenag NTB Haryadi Satyawira melalui kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang trauma healing bagi umat Budha NTB yang terdampak gempa. Misalnya saja di wilayah Lombok Utara, Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Timur. Mengingat, sebagian besar umat Buddha yang tinggal di wilayah tersebut merasakan dampak langsung akibat gempa yang mengguncang Agustus 2018 lalu. “Harapan kami kegiatan ini bisa berlangsung meriah setiap tahun untuk merefleksikan jati diri umat Buddha saat perayaan waisak,” timpal anggota Permabudhi NTB Japra Saparindi.

    Editor:Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad