Header Ads

  • Breaking News

    Wartawan Lotim Minta Baznas Lotim Cabut Pernyataannya Diatas Materai

    Pewarta Lombok Timur yang terdiri dari Media TV, Cetak dan online silaturahmi dengan Baznas Lombok Timur (Lotim)  beberapa hari lalu

    Lombok Timur - Para Pewarta Lombok Timur yang terdiri dari berbagai media TV, cetak dan elektronik mengapresiasi langkah silaturahmi yang dilakukan Baznas Lombok Timur (Lotim)  beberapa hari lalu dengan awak media.

    Wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Bersuara Lotim maupun Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lotim tersebut  menilai langkah tersebut dinilai membangun komunikasi dengan media terutama kaitannya dengan pernyataan Baznas Lotim yang berjudul Baznas Lotim  Menjawab Hoax.

    Namun, Jurnalis Bersuara menyayangkan pihak Baznas hanya menyampaikan permintaan maaf secara verbal. Tanpa mengindahkan permintaan dari wartawan agar pihak Baznas menyatakan permintaan maaf dan mencabut kata hoax secara tertulis di atas materai.

    "Kami hargai permintaan maaf pihak Baznas. Tapi, poin yang kita minta belum dilakukan. Ini kita sayangkan," ujar salah satu wartawan, Samsul Rizal, Jumat (28/6).
    Seharusnya, lanjut pria yang sudah belasan tahun menjadi wartawan ini, ketika pihak Baznas mengatakan berita yang ditulis rekan media hoax secara tertulis, yang bahkan tersebar di media sosial maka pencabutan pernyataan juga seharusnya dilakukan secara tertulis.

    Kaitannya dengan konten berita, Rizal mengatakan, data ada dan konfirmasi juga sudah dilakukan wartawan pada pihak Baznas sendiri.

    Sementara adapun adanya isu yang mengatakan adanya masalah pribadi salah satu media dengan Baznas, hal itu dibantah Rizal. Sebab, berita tersebut ditulis lebih dari dua media,bahkan bukti rekaman juga hasil wawancara dengan pihak Baznas masih ada bersama sejumlah media cetak,elektronik dan online masih ada.

    "Jadi kalau disebut ada masalah pribadi media tertentu, itu hal yang dibuat-buat saja,karena tugas media sebagai fungsi kontrol dengan tetap memegang teguh kaidah jurnalistik terutama kode etik yang diatur dalam UU No.40 tahun 1999 tentang pers," tegasnya.

    Lebih jauh, bersama Jurnalis Bersuara Lotim ia meminta Baznas agar tidak menggulirkan masalah tersebut semakin bertele-tele dan membias Hingga membuat informasi dan pembangunan di Lotim tidak kondusif.

    Padahal, wartawan hanya meminta agar Baznas meminta maaf dan mencabut pernyataan hoax secara tertulis diatas materai.Bukan malah mencabut pernyataan dengan kata-kata saat berlangsung kegiatan silaturahmi pengurus Baznas dengan awak media.

    "Itu saja permintaan kami,cabut pernyataan Ketua Baznas secara tertulis diatas materai, kan aneh ketika ketika baznas mengeluarkan pernyataan secara tertulis,kemudian tidak dicabut secara tertulis" pintanya.


    Senada dengan Rizal, wartawan lainnya,  Nanang, Dony, Fa'i,Ruhel,Deki dan lainnya mengaminkan langkah tersebut. Supaya pemberitaan di media jangan sedikit-sedikit dikatakan hoax.

    "Kami sepakat kalau Baznas Lotim segera mencabut pernyataan secara tertulis diatas materai sebagaimana permintaan teman-teman media,agar masalah menjadi kelir," pintanya.

    Pewarta : Saka Aza
    Editor:Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad