Header Ads

  • Breaking News

    Jalan Pusuk Rawan Longsor, PU NTB Tidak Peduli?

    Salah satu titik yang sangat mengkhawatirkan di jalur Pusuk tepatnya di bawah Gunung Malang Lombok Utara,rawan longsor dan tidak adanya pembatas Jalan

    Mataram - Jalur pusuk yang merupakan jalan utama provinsi penghubung Lombok Utara dengan Kota Mataram, dikenal sebagai daerah yang rawan longsor pada musim hujan karena memiliki kondisi tanah yang labil. Sedikitnya ada 15 titik, mulai dari pas Pusuk atau perbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat hingga Desa Bentek, Kabupaten Lombok Utara, dinyatakan sebagai lokasi rawan longsor dan harus diwaspadai pengguna jalan.

    Sayangnya, untuk menghadapi musim hujan tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTB seolah-olah tidak peduli dengan apa yang akan terjadi di beberapa titik rawan longsor di jalur Pusuk tersebut. Terutama sekali pada titik rawan di Gunung Malang. Kondisi tanah dan aspal di titik ini mulai retak-retak dan juga tidak ada pembatas jalan.

    Kondisi di titik ini, jika dilihat cukup membahayakan masyarakat pengguna jalan. Sekalinya longsor maka jalan bisa saja amblas ke jurang. Karena titik ini tidak ada penahan jalan, tapi langsung bersentuhan dengan jurang yang dalam. Mengerikan tentunya jika terjadi longsor dan itu akan membutuhkan waktu lama untuk perbaikan.

    Pihak PU NTB tentu juga tidak bisa terus menerus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Utara, untuk melakukan penjagaan mulai dari perbatasan Lombok Barat dan di Lombok Utara, agar melarang pengendara melalui jalur pusuk, jika terjadi longsor seperti yang selama ini dilakukan. Setidaknya, PU NTB harus melangkah lebih maju dengan melakukan antisipasi terhadap bencana longsor ini.

    Meski pada beberapa kali Longsor, PU NTB sudah berupaya menjalankan tugas demi menjaga keselamatan para pengendara, namun untuk kali ini, jika melihat kondisi terakhir titik tersebut, maka sulit berharap pengguna jalan bisa memahami himbauan keselamatan tersebut, dikarenakan PU NTB tidak melakukan antisipasi dari awal.

    Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar, ketika dikonfirmasi justru mengamini soal kondisi jalan di Pusuk tersebut. Ia meminta Dinas PU Provinsi NTB untuk segera mengantisipasi hal tersebut. "Tidak perlu harus menunggu anggaran tahun 2020 untuk memperbaiki jalan tersebut. Kita tidak perlu harus menunggu musibah terjadi dulu. Kalau bisa diperbaiki sekarang, kenapa tidak dilakukan. Masalahnya kondisi jalan sudah mengkhawatirkan sekali," kata Bupati.

    Sementara itu,Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Ir H Azhar MM, mengatakan anggaran untuk perbaikan jalan NTB sudah disetujui DPRD NTB sebesar Rp 750 Miliar, termasuk untuk jalan di jalur Pusuk. "Untuk di jalur Pusuk, pihak kita juga harus mengurus ijin ke Dinas LHK NTB karena ini berkaitan juga dengan pelebaran jalan dan harus membabat hutan yang ada," jelasnya.

    Ditambahkan Kadis PUPR bahwa untuk pelelangan DED untuk jalur Pusuk akan dilakukan dua bulan ke depan. Pelelangan tersebut bersamaan dengan jalan yang di demo di Bima.

    Pewarta : Bayu Aji
    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad