Header Ads

  • Breaking News

    DK OJK : HIPO Bohongi Masyarakat

    Wimboh Santoso, Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    Lombok Tengah - Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso tegas menyatakan,Himpunan Pengusaha Online (HIPO) telah membohongi masyarakat, terkait aktifitas penghimpunan dana yang dalam bentuk donasi.

    Penegasan ini disampaikan Wimboh saat mendampingi Wakil Presiden RI, Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin ketika meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) Ahmad Taqiuddin Mansur (ATQIA) di Pondok Pesantren Al Manshuriyyah Ta’limusshibiyan Lombok Tengah, Kamis, 20 Februari 2020.

    Apapun kegiatan menarik dana dari masyarakat, haruslah memenuhi ketentuan mendapatkan izin dari OJK. Sampai saat ini, ia mengatakan HIPO belum mendapatkan izin dari OJK untuk penghimpunan dana dari masyarakat.

    “Sudah dipanggil, sudah ditanya, sudah diingatkan. Kalau nanti masih melakukan, menarik dana masyarakat dengan imbal jasa tertentu, laporkan kepada OJK,” ujarnya.
    Ia juga meminta kepada masyarakat untuk melapor. Sebab, otoritas telah meminta aktifitas penghimpunan dana dengan menjanjikan keuntungan tertentu belum mendapatkan izin dari OJK.

    Terhadap penggunaan logo OJK yang menjadi dalih HIPO menghimpun dana, Wimboh kembali menegaskan, logo bisa dipasang dengan mudah. Dan pemasangan logo OJK tanpa izin OJK. Persoalan HIPO ini menurutnya akan dibahas dengan tim Satgas Waspada Investasi. Didalamnya beranggotakan Polri, Kejaksaan Agung, Kementerian Koperasi.

    Jika dikategorikan donasi, seharusnya, kata Wimboh, harus jelas, pengumpulan donasi dilakukan dalam rangka apa dan izin-izin yang dikantonginya.

    “Kalau donasi, platformnya harus jelas, ini apa, donasi apa, dalam rangka apa. Dan semua sudah. Kalau masyarakat merasa dirugikan, lapor ke OJK, lapor ke Kepolisian, kita akan proses secara hukum. Kalau dia tidak punya izin, dia (HIPO) membohongi masyarakat,” demikian Wimboh.

    Terpisah, Ketua DPD HIPO NTB, L. Haryadi Sofyan membenarkan bahwa HIPO tidak memiliki izin untuk mengumpulkan dana dari masyarakat. Yang ada, Ormas HIPO menerima sumbangan secara sukarela dari anggotanya atau disebutnya donasi.

    “Kita juga tidak pernah menggunakan logo OJK, boleh dicek di websitenya,” ujarnya.
    Bagi anggota yang berdonasi, nominalnya sampai Rp750.000, Rp1,5 juta, Rp 7,5 juta dan Rp15 juta, akan diberikan reward.

    Pewarta:Gery
    Editor:Bayu Adjie

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad