Header Ads

  • Breaking News

    Jaksa Periksa Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok

    Dedi Irawan


    Mataram - Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok  H. Abdurrazak Al Fakhir memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi NTB, Senin, 17 Februari 2020. Ia dipanggil sebagai saksi terkait penggunaan dana rehabilitasi dan pemeliharaan gedung asrama haji.

    ‘’Tadi Kepala UPT sudah hadir penuhi panggilan penyidik,’’ kata juru bicara Kejati NTB, Dedi Irawan, SH, MH, Senin siang. Namun Abdurrazak urung diperiksa karena tak membawa selembar pun dokumen yang dibutuhkan penyidik.

    ‘’Jadi, pemeriksaannya ditunda, karena yang bersangkutan tidak membawa dokumen yang diminta,’’ kata Dedi Irawan.

    Akhirnya pemeriksaan pun ditunda, Selasa, 18 Februari 2020. Abdurrazak dipanggil ulang  untuk agenda yang sama, diperiksa sebagai saksi dan diminta membawa berkas yang dicari penyidik. ‘’Menurut agenda penyidik, besok dia diperiksa,’’ jelasnya.

    Diinformasikan juga, sebelumnya sudah diperiksa rekanan pelaksana rehabilitasi dan pemeliharaan gedung untuk nilai proyek Rp2,3 miliar. Rekanan itu menggunakan tiga bendera dalam pekerjaannya. Beberapa pekan sebelumnya, penyidik juga memanggil rekanan untuk kegiatan rehabilitasi gedung.

    ‘’Saksi dari rekanan sudah, makanya  dipanggil Kepala UPT untuk melengkapi keterangan saksi sebelumnya,’’ ujar Dedi.

    Sebelumnya, Abdurrazak mengaku sudah siap dipanggil penyidik Kejaksaan Tinggi NTB terkait dana rehabilitasi asrama.  Ia sudah bisa memastikan akan dipanggil oleh penyidik jika melihat tahapan awal pemeriksaan. Diawali kepala seksi, bendahara hingga panitia pengadaan.

    Sebagai pimpinan di UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Abdurrazak  akan menjelaskan sesuai kapasitas dan kewenangannya terkait munculnya temuan hingga Rp 1,1 miliar itu. Ia pun tidak akan mengelak, karena memang temuan itu benar adanya.

    Sebagai orang yang baru setahun menjabat, ia mengaku sedikit terkejut dengan proses pemeriksaan di Kejaksaan dan keluarnya  hasil audit BPK. Padahal audit itu masih dalam proses tindak lanjut, belum jadi produk rekomendasi tindak lanjut.

    Perkembangan terakhir penyelidikan awal dana rehabilitasi gedung asrama haji ini, sedikitnya sudah empat saksi diperiksa.

    Pewarta :Bayu
    Editor:Bayu Adjie

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad