Header Ads

  • Breaking News

    Oknum Pejabat KSB Diringkus Polisi

    Tiga terduga pelaku penipuan penerimaan tenaga kerja PT AMNT tahun 2019 yang diamankan oleh Satreskrim Polres Sumbawa. 


    Sumbawa Barat - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumbawa Barat mengamankan tiga orang terduga pelaku terkait kasus dugaan penipuan penerimaan tenaga kerja PT AMNT tahun 2019 lalu. Bahkan salah seorang dari ketiga pelaku tersebut, merupakan PNS yang saat ini masih menjabat sebagai sekretaris Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) KSB, berinisial SRJ (57).

    Kapolres KSB kepada Suara NTB melalui Kasat Reskrim AKP Muhaemin SH, S.IK, Senin, 17 Februari 2020 membenarkan adanya penangkapan terhadap ketiga orang pelaku terkait kasus dugaan penipuan penerimaan tenaga kerja PT AMNT.

    Modus yang digunakan para pelaku yakni dengan menjaring semua pelamar yang ingin bekerja di perusahaan AMNT dengan menarik mahar sejumlah uang sebagai uang pelicin.

    Pada saat itu, SRJ masih berdinas di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans). Dengan modal jabatan tersebut, dirinya gampang menjaring calon korbannya. Bahkan, para korban tidak pernah menaruh curiga sedikitpun karena posisi sebagai sekretaris dinas dianggap bisa memberikan peluang bagi mereka untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang diimpikan.

    Siasat ketiga orang pelaku juga tidak berhenti di satu orang korban saja melainkan ada beberapa orang lainnya yang berhasil tertipu dengan janji yang diberikan oleh pelaku. Tentu dalam melancarkan aksinya, SRJ dibantu oleh dua orang rekannya masing-masing berinisial SF (44) dan MNR (32) yang bertugas menghimpun korban yang akan melamar di perusahaan tersebut.

    “Ketiganya sudah kami tangkap setelah sebelumnya kita melakukan gelar perkara terlebih dahulu. Mereka juga sudah kita untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

    Dikatakannya, kasus ini berawal dari adanya laporan orang tua salah satu korban yang tidak kunjung dipanggil untuk bekerja meski sudah menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan para saksi termasuk terlapor.

    Pada awalnya, terlapor tidak mengakui perbuatannya tetapi karena banyak bukti akhirnya mereka tidak bisa mengelak lagi. Adapun modus operandi yang digunakan oleh para pelaku yakni, MN dan SF bertugas mencari orang yang mau mendaftar pekerjaan di PT. AMNT dengan diimingi akan diberikan surat rekomendasi dinas Nakertrans.

    Untuk bisa mendapatkan surat tersebut, para pelamar harus memberikan mahar uang tunai Rp13 juta agar diterima bekerja. Setelah pelamar setuju dengan uang mahar itu, SF dan MN mengajak korban untuk bertemu dengan SRJ dengan membawa uang tersebut. Setelah bertemu, SRJ berjanji akan segera memberikan pekerjaan, namun sayang sampai saat ini korban tidak kunjung mendapatkan pekerjaan yang diimpikan.

    “Mereka kita tangkap di rumah masing-masing tanpa ada perlawanan. Kami juga masih terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut dengan harapan ada pelaku lainnya yang berhasil kita jaring,” pungkasnya.

    Pewarta:Bayu
    Editor:Bayu Adjie

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad