Header Ads

  • Breaking News

    Penyelidikan Pembunuhan Mrs X di Senggigi, Belum Membuahkan Hasil

    Hari Brata
    Mataram - Penyelidikan kasus pembunuhan Mrs X di Senggigi, Batu layar, Lombok Barat belum membuahkan hasil. Identifikasi jenazah masih sumir. Apalagi mencari pelakunya. Penyidik kekurangan data dan bukti-bukti.

    Direktur Reskrimum Polda NTB AKBP Hari Brata menyebutkan bahwa pihaknya masih mengembangkan proses penyelidikan. “Tidak ada kasus ditutup,” tegasnya dikonfirmasi Rabu, 26 Februari 2020.

    Analisa sejauh ini, korban diduga adalah warga yang menetap di Pulau Lombok. Bukti-bukti tidak menunjukkan korban adalah pelancong yang berlibur ke Senggigi.

    “Kecil kemungkinan. Tanda-tanda bukan orang pendatang,” bebernya.

    Penyidik masih berupaya mengungkap identitas korban lebih dulu sebelum beralih mencari pelakunya. Yang terkini, dengan mengandalkan analisa Pusinafis Polri terhadap sidik jari dan pengenalan wajah korban. Data diambil dari autopsi korban.

    “Dari sketsa wajah juga belum bisa terungkap. Wajahnya sudah rusak. Kita buka informasi dari masyarakat apabila nanti ada yang mengaku keluarganya. Kita cocokkan dengan data yang kita punya,” jelasnya.

    Dari hasil autopsi, mayat perempuan yang kini diidentifikasi sebagai Mrs X ini diperkirakan berusia antara 17 sampai 30 tahun. Tinggi badan khas ras Mongoloid yakni antara 158 sampai 160 cm. Perempuan berkulit sawo matang ini ditemukan dalam kondisi sudah jadi mayat yang meninggal empat hari sebelumnya.

    Bukti yang didapat sejauh ini masih hanya pada pakaian yang melekat di tubuh jenazah. Mrs X menggunakan mengenakan celana tanggung berwarna merah muda. Juga celana pendek bergambar Hello Kitty.

    Diberitakan sebelumnya, mayat Mrs X ditemukan pemancing di jurang tepi Jalan Raya Senggigi, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Rabu, 5 Februari 2020 petang sekitar pukul 21.00 Wita.

    Mayat tersebut terbungkus dalam kantong plastik hitam. Tubuh korban berlumur semen dan tertekuk dengan ikatan kawat.

    Pewarta:Gery
    Editor:Bayu Adjie

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad