Header Ads

  • Breaking News

    Ratusan Warga Dirawat di RSUD Tripat, Camat Kuripan Diduga “Suspect” DBD

    Camat Kuripan, Banu Harli yang diduga suspect DBD dirawat di RSUD Tripat.

    Lombok Barat - Terhitung sejak dua bulan terakhir (Januari dan Februari) tahun 2020, jumlah kasus Demam Berdarah (DBD) kian meningkat. Sekitar dua ratusan orang diduga suspect maupun positif DBD. Terdapat di antaranya dua pasien positif DBD meninggal dunia. Dari sekian banyak pasien DBD yang ditangani di RSUD Tripat, banyak yang berasal dari Lombok Tengah. Warga Lombok Tengah yang berada di perbatasan daerah memilih berobat ke RSUD Tripat karena jaraknya lebih dekat.


    Direktur RSUD Tripat Gerung, drg. H. Arbain Ishak menjelaskan, sejauh ini RSUD tripat telah banyak menangani pasien positif dan suspect DBD. Pasien ini memiliki gejala yang dirasakan hampir mirip dan bahkan ada pasien yang positif DBD.”Pasien-pasien ini tidak hanya warga Lombok Barat saja, akan tetapi warga dari luar daerah (Lombok Tengah, red) juga,” ungkapnya.


    Selama bulan Februari, jumlah penanganan pasien DBD sebanyak 87 orang. Kasus ini masih tergolong suspect DBD. Sedangkan di bulan Januari sebanyak 140 orang lebih. Terkait jumlah pasien yang positif DBD, pihaknya masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Karena pihaknya tidak bisa langsung mendiagnosa sebelum ada penunjangnya.


    Di antara pasien yang dirawat jelas dia, termasuk Camat Kuripan Banu Harli. Tapi yang bersangkutan masih diduga suspect DBD, karena bisa dipastikan hanya trombositnya yang turun. “Sudah empat hari ini dirawat dan kita sudah observasi dan kondisinya semakin membaik.Alhamdulillah hari ini sudah bisa keluar,” terangnya.


    Dengan kondisi cuaca yang masih labil seperti ini, estimasi pasien DBD bisa semakin meningkat. Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat lebih hati-hati dan waspada terhadap antisipasi kasus semacam ini.”Untuk lebih efektifnya masyarakat harus berusaha mencegahnya dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” sarannya.


    Cara yang paling utama dengan mengusahakan agar tidak digigit nyamuk Aedes aegypti. Ini bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap bersih, juga menggunakan penangkal nyamuk agar tidak berkembangbiak di rumah.Menguras bak mandi seminggu sekali. Genangan air merupakan tempat bagi nyamuk Aedes aegypti berkembangbiak. Nyamuk betina pertama-tama akan bertelur pada dinding bak yang terisi air. Larva nyamuk yang menetas dari telur kemudian akan mendapat makanan dari mikroorganisme di sekitarnya. Seiring waktu, larva nyamuk akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Keseluruhan siklus ini berlangsung selama 8–10 hari dalam suhu ruang.”Bersihkan juga wadah penampung air lainnya,” ajak Arbain.


    Daerah penyumbang terbanyak kasus dugaan DBD di Lobar masih didominasi Kecamatan Gerung dan Kuripan. Diketahui, sejauh perawatan kasusnya diidentifikasi dua pasien positif meninggal dunia di RSUD.” Iya memang ada pasien yang sempat dirawat di sini dan meninggal dunia. Nanti kami cek alamat korban DBD ini,” pungkasnya.


    Pewarta:Gery

    Editor:Bayu Adjie

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad