Header Ads

  • Breaking News

    Wapres : Mandalika Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Halal Terbesar di Dunia

    Wapres RI, KH. Ma’ruf Amin bersama Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat meresmikan Bank Wakaf Mikro Ahmad Taqiyuddin Mansyur (ATQIA) di Ponpes NU Al-Manshuriyah Ta'limusshibyan, Lombok Tengah, Kamis, 20 Februari 2020.


    Lombok Tengah - Indonesia terus berusaha menciptakan produk-produk halal dalam dunia industri dan pariwisata. Selama ini, Indonesia menjadi negara yang memberikan sertifikasi halal di setiap produk baik itu produk dalam maupun luar negri. Salah satu produk halal yang dimiliki adalah wisata halal.

    “Kita inginkan Sekarang, Indonesia kedepan Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia. Karena itu kita akan mengembangkan industri halal, dan juga mengembangkan wisata halal, wisata halal yang paling dibanggakan sekarang ini berada di NTB yaitu di Mandalika,” ungkap Wakil Presiden RI, Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin saat meresmikan Bank Wakaf Mikro Ahmad Taqiyuddin Mansyur (ATQIA) di Ponpes NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, Lombok Tengah, Kamis, 20 Februari 2020.

    Ia mengatakan bahwa Mandalika ini berpotensi menjadi destinasi wisata halal terbesar di dunia. Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat NTB yang notabenenya menjadi daerah wisata halal tentunya juga harus menerapkan sistem keuangan syariah.

    “Untuk itu, pengembangan industri keuangan syariah, baik itu perbankan, industri halal non bank, maupun juga pasar modal, termasuk juga lembaga keuangan mikro syariah yang salah satunya berkembang adalah bank wakaf Mikro,” kata Wapres Ma’aruf Amin.

    Kedepannya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan diarahkan untuk berperan aktif dalam pengembangan bank wakaf mikro di setiap daerah agar kemiskinan dapat teratasi.

    Wapres berharap, bank wakaf mikro yang baru saja diresmikan ini dapat berkembang pesat agar mampu membawa manfaat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

    Ketua Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengungkapkan bahwa pengembangan ekonomi selama ini lebih banyak menyentuh berbagai sektor yang dimiliki oleh pengusaha besar seperti pasar modal dan asuransi.

    “Ini adalah misi OJK yang baru, yang harus berpihak pada masyarakat kecil, sekarang bisa kita lihat bahwa kita sering melakukan pembersihan di berbagai sektor yang sebenarnya itu pelakunya adalah para pengusaha besar,” ungkapnya.

    Selain, pembiayaan dan pembinaan, OJK juga akan memberikan literasi terkait dengan perkembangan perekonomian saat ini agar masyarakat tidak terjebak dalam investasi-investasi bodong yang merugikan.

    Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan oleh pondok pesantren ini adalah suatu hal yang besar dan akan dirasakan manfaatnya di masa depan. Ia berharap bukan hanya satu ponpes saja, namun bank wakaf mikro ini ada di setiap pondok pesantren yang ada di NTB ini.

    Pewarta:Bayu
    Editor:Bayu Adjie

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad