Header Ads

  • Breaking News

    Sidang Perdana Kasus Gedung Balai Nikah Labangka,Jaksa Sebut Mutu Pekerjaan tidak Layak

    Jaksa penuntut umum Agus Widiyono (paling kiri) membacakan dakwaan korupsi pembangunan Balai Nikah Kecamatan Labangka, Sumbawa, Rabu, 4 Maret 2020 dalam sidang yang dihadiri terdakwa Muhammad Firdaus (kedua dari kiri) dan Johan Satria.

    Mataram - Pejabat Kemenag Sumbawa Muhammad Firdaus dan Wakil Direktur CV Samawa Talindo Resources Johan Satria duduk di kursi persidangan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Rabu, 4 Maret 2020. Para terdakwa korupsi itu menjalani sidang perdana.

    Jaksa penuntut umum mendakwa mereka korupsi pembangunan gedung Balai Nikah Kecamatan Labangka yang merugikan negara sebesar Rp1,036 miliar. Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Sri Sulastri dengan hakim anggota Fathurrauzi dan Abadi itu, jaksa penuntut umum Agus Widiyono mengajukan dakwaan pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor.

    Agus menjelaskan, proyek Balai Nikah Kecamatan Labangka dibiayai Kanwil Kemenag Provinsi NTB pada tahun anggaran 2018. Proyek itu mendapat anggaran sebesar Rp1,5 miliar. Sama dengan tiga proyek lain di Kecamatan Unter Iwes, Kecamatan Sumbawa, dan Kecamatan Moyo Utara. Terdakwa Firdaus selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek menyusun harga perkiraan sendiri untuk Balai Nikah Kecamatan Labangka sebesar Rp1,391 miliar.

    Tender proyek diikuti 52 peserta. CV Samawa Talindo Resources memenangi tender. Proyek tidak selesai dikerjakan. “Pekerjaan hanya sampai 41 persen. Terdakwa Firdaus tetap melakukan pembayaran sebesar 100 persen,” kata Agus.

    Hasil penghitungan ahli konstruksi menunjukkan kualitas pekerjaan tidak layak. Item pekerjaan kolom beton dan beton lantai dua tidak sesuai dengan kaidah teknis yakni minimal mutu kelas 2 atau K225.

    “Hal ini tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertera di dalam kontrak,” beber Agus. Akibatnya gedung tidak dapat difungsikan karena tidak sesuai standar. Penghitungan BPKP menyimpulkan kerugian negara yang timbul sebesar Rp1,036 miliar.

    Pewarta:Bayu
    Editor:Bayu Adjie

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad