Header Ads

  • Breaking News

    Bea Cukai Turut Komplain Soal Semburan Air Proyek Gedung OJK

    Site Manager proyek pembangunan gedung OJK (Otoritas Jasa Keuangan) NTB,Agung Cahyadi (kanan) di dampingi oleh Akbar salah satu stafnya saat memberikan penjelasan kepada media di kantor proyek PT Brantas Abipraya,Mataram,Kamis (28-5-2020).

    Mataram - Pihak Kantor Bea Cukai Mataram turut melakukan komplain atas buruknya proses pengerjaan proyek pembangunan gedung OJK (Otoritas Jasa Keuangan) NTB, yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Ampenan, Kota Mataram

    Semburan air dari lokasi proyek pembangunan kantor OJK NTB itu tidak saja meresahkan warga setempat. Tapi pihak kantor Bea Cukai yang berlokasi di jalan yang sama, juga turut merasa terganggu.

    Pasalnya, semburan air itu tidak saja cukup kencang dan tak kunjung berhenti dari mulai pekerjaan bulan Desember 2019 lalu hingga Mei 2020. "Terkait genangan air dari pembangunan gedung OJK itu, tentunya sedikit mengganggu. Karena menjadi tempat nyamuk bersarang dan juga mengurangi estetika. Genangan air juga merembes ke dalam area kantor kami meski sedikit," keluh salah satu pegawai Bea Cukai Mataram.

    Sementara warga sendiri merasa khawatir semburan air yang tak kunjung berhenti itu akan membahayakan lingkungan setempat. Mereka khawatir nanti nasibnya akan sama dengan semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

    Menanggapi keluhan pihak Bea Cukai Mataram, PT Brantas Abipraya selaku rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, melalui Site Manager Agung Cahyadi, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak Bea Cukai.

    "Kalau ada keluhan dari pihak Bea Cukai biasanya kami berkomunikasi dengan Pak Andru dan beliau selalu WhatsApp kami dan itu langsung kami tindak lanjuti, kecuali kalau ngomong masalah air," katanya.

    Bicara tentang rembesan, menurut PT. Brantas Abipraya, memang debit air masih tinggi. Rembesan terjadi karena dinding pagar tidak kedap air dan itu menurutnya sudah pasti ada rembesan.

    "Kemarin ada di halaman kantor Bea Cukai. Pak Andru kontak kami dan sudah kami urug, sudah dilaksanankan oleh rekan-rekan K3 dan supervisor lapangan," jelas Agung Cahyadi.

    Tentang masalah jentik nyamuk, Agung Cahyadi menilai bahwa kemungkinan jentik nyamuk hanya bisa terjadi pada air yang tidak mengalir, bukan di rembesan, tapi di saluran depan. "Minggu ini kami jadwalkan untuk mengeruk saluran tanah dan pasir. Kita masih tunggu jadwal alat eksavator kecil," katanya.

    Kemudian berbicara penutupan air supaya tidak keluar, pihaknya menyebut estimasi bulan Juni ini akan dilakukan. "Saya menunggu pekerjaan struktur, karena secara struktur beban itu sudah mampu untuk menahan daya tekan atau aplif air tanah. Kami ada sisa pekerjaan struktur di sisi depan untuk diselesaikan di bulan Juni, sambil berjalan ke lantai dua. Jadi estimasi kami di bulan Juni, minggu ketiga, semua dewatering sudah kami tutup," jelasnya.

    Pewarta:Bayu
    Editor:Purwandi

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad