Header Ads

  • Breaking News

    Benarkah Ada Korupsi di Kemenag NTB?

    Demo APPM-NTB di depan gedung kanwil kemenag NTB 

    Mataram - Adanya kabar tak sedap soal beberapa indikasi dugaan penyelewengan di lingkup Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, membuat APPM-NTB menilai bahwa ada konspirasi masif dan terstruktur antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan pelaku terduga KKN yang masih mengemban jabatan fungsional di Kemenag NTB. 


    Koordinator Lapangan, Salfian, saat berorasi menyampaikan bahwa Kakanwil Kemenag NTB terkesan melindungi H.M.A, yang terindikasi melakukan jual beli kuota haji tahun 2019, jual beli petugas haji tahun 2018 dan 2019.


    "H.E.M juga terindikasi terlibat dalam kasus maladministrasi Buku Kurikulum 13 dan dana bos tahun 2018, ketika menjabat sebagai Kepala Bidang Madrasah, dimana keduanya pernah dipanggil dan diperiksa KPK RI, Polda NTB dan Ombudsman RI Perwakilan NTB," ungkap Korlap. 


    Lebih lanjut Koordinator Umum, Irfan, menegaskan bahwa APPM-NTB membangun mosi tidak percaya terhadap Kakanwil Kemenag NTB, karena masih membiarkan oknum inisial terduga KKN berleha-leha di lingkup Kementerian Agama NTB. "Maka dengan ini kami meminta Menag RI dan Irjen Kemenag RI untuk tidak memberikan ruang atau tempat kepada oknum H.M.A dan H.E.M serta memecat Kakanwil Kemenag NTB yang baru menjabat beberapa bulan ini," tegasnya. 


    Massa aksi ditemui langsung oleh Kakanwil Kemenag NTB, Dr. H. Zaidi Abdad, MA. Ia menyatakan bahwa di Kemenag sangat terbuka dengan apa yang menjadi tuntutan massa aksi, tetapi harus sesuai dengan data dan fakta hukum yang ada. "Yang harus teman-teman ketahui bersama bahwa pertama kali yang didengungkan saat saya memimpin Kemenag NTB ini,  yakni membangun zona integritas. Itu sebabnya terpampang besar di depan kantor ini Gema Zikir, Gerakan Kementrian Agama Menuju Zona Integritas dan Kepentingan Individu Religius," katanya.


    Pantauan media ini, kegiatan aksi massa tersebut berujung dialog panjang antar massa aksi dan Kakanwil Kemenag NTB. 


    Pewarta : Bayu

    Editor : Purwandi

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad