Header Ads

  • Breaking News

    KASTA Gedor Kantor BP2JK dan BPJN NTB,Desak Batalkan Pemenang Tender Jalan BIL - Mandalika Tiga

     


    Mataram - Kantor Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) NTB dan Kantor Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB digeruduk Puluhan anggota LSM Kajian dan Advokasi Sosial serta Transparansi Anggaran (Kasta),Jumat (13/11/2020). 


    Kasta mendesak BP2JK NTB dan BPJN NTB membatalkan hasil lelang proyek pembangunan jalan By Pass BIL- Mandalika  yang diduga sarat kolusi dan gratifikasi. Kasta menyebut, banyak oknum di BP2JK NTB dan BPJN NTB yang menjadikan paket proyek tersebut sebagai lahan untuk mengeruk uang negara.


    Untuk diketahui Paket Pekerjaan Bypass Bil - Mandalika yang terbagi dalam 3 segmen direncanakan sepanjang 17,363 km dengan pagu anggaran sebesar Rp. 892.355.978.000,-


    Awal bulan Oktober 2021,pada paket Bypass Bil - Mandalika 1 telah dilaksanakan penandatanganan kontrak kerja pada tanggal 5 Oktober 2020 antara PPK 1.1 Satker PJN WIL I Provinsi NTB. Andhika Tommy Ardiansyah, ST., M. Eng. SC dan Pemenang Lelang PT. Nindya - Bumi Agung KSO yang dikuasakan kepada Bambang Asmoro dengan nilai kontrak sebesar Rp. 181.646.907.200,- sepanjang 3,4 Km dan masa pelaksanaan 365 hari kalender.


    Penandatanganan kontrak pekerjaan paket Pembangunan jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) - Mandalika 2 yang dilaksanakan pada tgl 20 Oktober 2020 oleh PPK 1.1 Satker PJN WIL I Provinsi NTB. Andhika Tommy Ardiansyah,ST.,M. Eng. SC dan Pemenang Lelang PT. Adhi - Metro KSO yang dikuasakan kepada Ir. Harimawan, MM. dengan nilai kontrak Rp. 321.731.972.000,- sepanjang 9.7 Km dan masa pelaksanaan 365 hari kalender.


    BP2JK NTB mengeluarkan pengumuman pemenang lelang paket proyek pembangunan jalan BIL Mandalika 3.PT Yasa Patria Perkasa keluar sebagai pemenang tender senilai Rp 180 miliar yang dibiayai APBN tersebut.Kasta menyebut, PT Yasa Patria Perkasa memenangkan paket proyek itu tanpa skema kerjasama operasi (KSO) dengan perusahaan lokal. 


    ‘’Selain karena perusahaan ini gugur dalam evaluasi teknis yang dilakukan panitia lelang, mereka juga tidak memiliki peralatan pendukung seperti peralatan pengolahan aspal untuk melaksanakan proyek pembangunan jalan ini di NTB,’’ kata Fihiruddin, koordinator aksi tersebut.


    BP2JK NTB, tuding Fihir, tetap mengeluarkan keputusan untuk memenangkan perusahaan tersebut dan mengabaikan hasil evaluasi yang mereka lakukan sendiri. 


    ‘’Jadi, patut diduga ada permainan oknum di BP2JK NTB dan pihak pihak yang membawa perusahaan tersebut dalam proses lelang ini. Kami meminta Menteri PUPR membatalkan hasil lelang ini,’’ tegas Fihir. 


    Fihir mengklaim kasta memiliki sejumlah data terkait lelang proyek tersebut. Termasuk data soal dugaan permainan oknum panitia lelang di BP2JK NTB. 


    Massa sempat mendesak Kepala BP2JK NTB Agus Fitra untuk menemui mereka.Oleh stafnya,  Agus disebut tidak berada di kantor tersebut. Tak percaya penuturan staf itu, belasan massa memaksa masuk dan menggeledah tiap ruangan di kantor yang beralamat di Jalan Pejanggik Mataram itu. Kecewa tidak bisa bertemu Agus Fitra,massa sempat membakar ban tepat di pintu masuk kantor.


    Selesai di BP2JK, massa aksi mendatangi Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTB di Lingkar Selatan Mataram. Di tempat ini Kasta meminta BPJN menolak hasil lelang paket BIL Mandalika tiga tersebut. Massa kemudian ditemui Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Ir Ashari. Kepada massa Ashari menyebut, pihaknya belum menerima berita acara hasil pelelangan BIL Mandalika tiga. 


    ‘’Kami di BPJN NTB tidak memiliki kewenangan menolak hasil lelang yang dilakukan BP2JK, karena aturannya seperti itu. Klarifikasi yang bisa kami lakukan sebatas personil dan peralatan yang akan digunakan dalam sebuah proyek. Lebih dari itu, ada aturan menteri  yang membatasi kami di Bina Marga, ’’ papar Ashari.


    Pewarta : Bayu

    Editor : Purwandi

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad